x

Trump Keberatan dengan Respons Iran Terkait Ajakan Damai

waktu baca 3 menit
Senin, 11 Mei 2026 09:00 19 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menolak respons terbaru Iran terkait proposal perdamaian yang diajukan Washington untuk mengakhiri perang.

Penolakan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz meski dua kapal dilaporkan berhasil melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Trump menyampaikan penolakannya melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (10/5/2026) waktu setempat. Ia menilai tanggapan Iran terhadap proposal Amerika Serikat tidak bisa diterima.

“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya – SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA,” tulis Trump.

Pernyataan tersebut muncul setelah Iran mengirim respons resmi atas proposal perdamaian dari AS. Proposal itu sebelumnya menawarkan penghentian perang terlebih dahulu sebelum pembahasan isu lain, termasuk program nuklir Iran.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa respons Teheran berfokus pada penghentian perang di semua front konflik. Iran juga meminta jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, televisi pemerintah Iran tidak menjelaskan kapan maupun bagaimana jalur pelayaran tersebut akan kembali dibuka secara penuh. Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik yang berlangsung.

Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut proposal Iran memuat sejumlah tuntutan utama. Tuntutan itu mencakup penghentian perang secara langsung, penghentian blokade angkatan laut AS, hingga pencabutan sanksi terhadap Teheran.

Iran juga meminta jaminan bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap wilayahnya. Selain itu, Teheran menuntut pencabutan larangan penjualan minyak Iran oleh Amerika Serikat.

Laporan The Wall Street Journal menyebut Iran menawarkan pengenceran sebagian uranium yang telah diperkaya tingkat tinggi. Sisa stok uranium disebut akan dipindahkan ke negara ketiga sebagai bagian dari langkah diplomatik.

Pakistan yang selama ini berperan sebagai mediator dilaporkan telah meneruskan respons Iran kepada pihak AS. Seorang pejabat Pakistan mengonfirmasi langkah tersebut, meski Washington belum memberikan komentar resmi.

Meski gencatan senjata telah berlangsung sekitar satu bulan, situasi keamanan di kawasan Teluk masih dinilai rawan. Drone-drone bermusuhan dilaporkan terdeteksi di sejumlah negara Teluk pada Minggu.

Di tengah situasi tersebut, kapal pengangkut gas alam cair milik QatarEnergy bernama Al Kharaitiyat berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman menuju Pelabuhan Qasim di Pakistan. Data itu diperoleh dari perusahaan analitik pelayaran Kpler.

Kapal tersebut menjadi kapal Qatar pertama yang membawa LNG melewati Selat Hormuz sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu. Konflik pecah setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Sumber-sumber menyebut pelayaran kapal tersebut mendapat persetujuan Iran sebagai langkah membangun kepercayaan dengan Pakistan dan Qatar yang turut berperan sebagai mediator.

Selain itu, kapal kargo berbendera Panama yang menuju Brasil juga berhasil melintasi selat menggunakan jalur yang ditentukan militer Iran.

Ketegangan juga meningkat menjelang kunjungan Trump ke China pekan ini. Konflik di kawasan disebut telah memicu krisis energi global dan menambah tekanan terhadap perekonomian dunia.

Saat ditanya mengenai kemungkinan berakhirnya operasi militer terhadap Iran, Trump memberikan jawaban yang ambigu. “Mereka sudah dikalahkan, tetapi itu tidak berarti mereka sudah selesai,” katanya dalam wawancara yang ditayangkan Minggu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan perang belum benar-benar berakhir. Menurut Netanyahu, masih ada persoalan besar terkait uranium Iran, fasilitas pengayaan, kelompok proksi, dan kemampuan rudal balistik Teheran.

“Ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar Netanyahu. Dalam wawancara dengan program CBS, ia menyebut jalur diplomasi menjadi cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan uranium Iran, meski opsi militer tetap terbuka.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan asing. “Iran tidak akan pernah tunduk kepada musuh,” tulis Pezeshkian di media sosial sambil menegaskan negaranya akan “membela kepentingan nasional dengan kuat”.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x