x

Iran Ancam Perkaya Uranium hingga 90 Persen Jika AS dan Israel Kembali Melancarkan Serangan

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 18:57 24 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah Iran mengancam akan meningkatkan pengayaan uranium hingga mencapai level 90 persen jika kembali diserang oleh Amerika Serikat dan Israel.

Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan usai Presiden Donald Trump mempertimbangkan serangan lanjutan terhadap Teheran.

Juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyatakan Teheran memiliki opsi memperkaya uranium hingga kemurnian 90 persen. Tingkat pengayaan tersebut dinilai dapat digunakan untuk pengembangan senjata nuklir.

“Salah satu opsi Iran jika terjadi serangan lainnya adalah pengayaan (uranium) hingga 90 persen,” ujar Rezaei dalam pernyataannya melalui media sosial X.

Dia menegaskan rencana itu akan dibahas lebih lanjut di parlemen Iran.

“Kami akan meninjaunya di parlemen,” tegas Rezaei. Pernyataan itu disampaikan setelah muncul laporan bahwa Trump sedang mempertimbangkan aksi militer baru terhadap Iran.

Laporan media menyebut Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang. Proposal tersebut bahkan disebut Trump sebagai proposal yang “bodoh”.

Sejumlah pejabat AS yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan Trump telah menggelar rapat tingkat tinggi bersama tim keamanan nasional pada Senin (11/5/2026). Pertemuan itu membahas opsi serangan potensial terhadap Iran setelah berlangsungnya gencatan senjata beberapa pekan terakhir.

Laporan dari Axios menyebut Trump sedang mempertimbangkan kembali langkah militer terhadap Iran. Langkah itu disebut bertujuan meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Iran agar memberikan konsesi terkait program nuklirnya.

Salah satu pejabat AS yang dikutip Axios mengatakan Trump kemungkinan akan meningkatkan tekanan militer secara bertahap. “Sedikit meningkatkan intensitasnya,” ujar pejabat tersebut terkait kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran.

Di tengah situasi yang memanas, Iran sebelumnya telah mengirim respons terhadap proposal perdamaian usulan AS. Respons tersebut disampaikan kepada mediator Pakistan untuk diteruskan ke Washington.

Trump langsung menolak respons Iran tersebut dalam tanggapan awalnya. Presiden AS itu menyebut jawaban dari Teheran “tidak dapat diterima”.

Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (11/5/2026), Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap Iran. Dia bahkan menyebut respons terbaru Teheran sebagai “sampah”.

“Saya akan menyebutnya sebagai yang terlemah saat ini, setelah membaca sampah itu,” ucap Trump. Dia juga menggambarkan kondisi gencatan senjata saat ini berada dalam situasi yang sangat rapuh.

“Saya akan mengatakan bahwa gencatan senjata berada dalam kondisi kritis, di mana dokter masuk dan berkata, ‘Pak, orang yang Anda cintai memiliki peluang hidup sekitar 1 persen’. Itu proposal yang bodoh, dan tidak ada yang akan menerimanya,” ujar Trump. Situasi tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan optimistis Trump pekan lalu terkait peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
14 hours ago
2 days ago
3 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x