x

Teheran: Satu-satunya yang Kami Tuntut Adalah Hak-hak Sah Iran

waktu baca 2 menit
Senin, 11 Mei 2026 20:46 22 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan bahwa proposal Teheran yang diajukan sebagai tanggapan terhadap Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang merupakan usulan yang rasional.

Hal itu disampaikan Baghaei dalam konferensi pers, pada Senin (11/5/2026), saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai reaksi pemerintahan AS terhadap proposal Iran.

“Kami tidak menuntut konsesi apa pun. Satu-satunya yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran,” kata Baghaei.

Baghaei mengatakan bahwa Washington terus bersikeras pada “tuntutan tidak masuk akal” yang dibentuk oleh rezim Israel.

Sementara Iran dengan rendah hati hanya menginginkan hak-haknya yang sah dan langkah-langkah yang bertujuan untuk mengakhiri perang AS-Israel yang dipaksakan dan meningkatkan keamanan regional.

“Apakah tidak masuk akal bagi Iran untuk menuntut diakhirinya perang di kawasan itu, dihentikannya pembajakan maritim terhadap kapal-kapal Iran, dan pembebasan aset milik rakyat Iran yang telah diblokir secara tidak adil selama bertahun-tahun,” tanya Baghaei.

“Apakah usulan kami untuk jalur aman melalui Selat Hormuz tidak masuk akal? Apakah membangun perdamaian dan keamanan di seluruh wilayah ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab?” tambah Baghaei.

Oleh sebab itu, kata Baghaei, semua usulan yang diajukan Iran untuk perdamaian sangatlah masuk akal dan murah hati untuk kebaikan kawasan Timur Tengah dan dunia.

“Semua yang kami usulkan dalam rencana itu masuk akal dan murah hati, dan itu untuk kebaikan kawasan dan dunia,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Baghaei menambahkan bahwa semua poin yang disampaikan Iran seharusnya dibahas oleh Washington, tetapi Presiden AS Donald Trump yang tidak memiliki itikad baik sejauh ini justru menolak proposal Teheran dengan menyebutnya, “sama sekali tidak dapat diterima.”

Baghaei menegaskan bahwa Iran telah membuktikan diri sebagai kekuatan yang bertanggung jawab, telah berulang kali menekankan pada negosiasi yang berokus untuk mengakhiri perang di kawasan.

Lebih jauh, mengenai tuduhan Gedung Putih terhadap Iran, Baghaei pun memberi catatan bahwa kehadiran AS di kawasan justru merupakan contoh terciptanya siklus kekerasan.

“Cukup dengan melihat rekam jejak Iran. Apakah kita yang mengerahkan pasukan? Apakah kita yang menindas negara-negara di Belahan Barat? Apakah kita yang melakukan pembunuhan dua kali selama negosiasi?” tandasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x