x

PSSI Berikan Sanksi Tiga Tahu kepada Fadly Alberto usai Tendangan Kungfu di EPA U-20

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Mei 2026 08:23 32 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Komite Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, setelah insiden tendangan kungfu dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah.

Fadly dikenai sanksi larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun serta denda sebesar Rp15 juta.

Nama Fadly menjadi sorotan publik setelah video aksinya menendang pemain Dewa United Banten FC U-20, Raka Nurkholis, viral di media sosial. Insiden itu terjadi seusai pertandingan EPA U-20 antara Dewa United melawan Bhayangkara FC.

Komdis PSSI kemudian menindaklanjuti insiden tersebut dengan mengeluarkan putusan resmi pada Rabu (6/5/2026). Dalam putusan itu, total terdapat 12 sanksi yang dijatuhkan kepada pemain, ofisial, hingga klub yang terlibat dalam kericuhan.

Tak hanya Fadly, empat pemain Bhayangkara FC U-20 lainnya juga menerima hukuman larangan beraktivitas di lapangan. Durasi hukuman yang diberikan bervariasi mulai dari satu hingga dua tahun.

Dari kubu Dewa United FC U-20, dua pemain yakni Reyvan Rezqi Ilahi dan Mohammad Ridwan juga dijatuhi sanksi. Keduanya dinilai terlibat dalam keributan yang terjadi selepas pertandingan.

Kericuhan tersebut terjadi usai laga EPA U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu, 19 April 2026. Dalam pertandingan itu, Dewa United U-20 berhasil mengalahkan Bhayangkara FC U-20 dengan skor 2-1.

Situasi pertandingan yang awalnya berjalan kompetitif berubah panas setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga. Para pemain dari kedua tim terlihat saling terlibat aksi dorong-dorongan di lapangan.

Keributan kemudian berkembang menjadi aksi yang lebih agresif. Sejumlah pemain terlihat melakukan tindakan berbahaya dalam insiden tersebut.

Salah satu aksi yang paling disorot ialah tendangan yang dilakukan Fadly Alberto Hengga kepada pemain lawan. Momen itu tersebar luas di media sosial dan menuai kecaman dari publik sepak bola nasional.

Fadly sendiri diketahui merupakan mantan pemain Timnas Indonesia U-17. Status tersebut membuat aksinya semakin menjadi perhatian publik dan pecinta sepak bola Tanah Air.

Komdis PSSI menilai tindakan yang dilakukan dalam kericuhan tersebut melanggar disiplin dan sportivitas pertandingan. Karena itu, hukuman berat diberikan sebagai bentuk penegakan aturan di kompetisi usia muda.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena terjadi dalam kompetisi pembinaan pemain muda Indonesia. EPA U-20 selama ini diproyeksikan menjadi wadah pengembangan talenta sepak bola nasional.

Melalui putusan tersebut, PSSI menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap tindakan kekerasan di lapangan. Hukuman yang dijatuhkan diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh pemain dan ofisial agar menjaga sportivitas dalam pertandingan.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
1 hour ago
21 hours ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x