x

Kelme Akui Kekeliruan Produksi Jersey Timnas, Investigasi Ungkap Penyebab Name Set Lepas

waktu baca 3 menit
Kamis, 7 Mei 2026 09:00 23 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Kelme akhirnya buka suara terkait polemik kualitas jersey Timnas Indonesia yang sempat menuai kritik publik usai insiden name set pemain terlepas pada ajang FIFA Series 2026 Maret 2026.

Apparel resmi Timnas Indonesia itu mengungkap hasil investigasi internal yang menyebut persoalan terjadi akibat perbedaan mesin pressing dalam proses produksi.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam agenda bertajuk #WeHearYou: Mendengar & Melangkah untuk Timnas Indonesia yang digelar bersama PSSI Pers di sekretariat PSSI Pers, GBK Arena Jakarta, Rabu (6/5/2026). Diskusi itu turut melibatkan kolektor jersey Timnas Indonesia dan insan media.

CEO Kelme Sports Indonesia, Kevin Wijaya, mengatakan pihaknya memilih tidak terburu-buru memberikan klarifikasi sebelum investigasi selesai dilakukan. Menurutnya, perusahaan perlu memastikan sumber persoalan secara detail agar tidak menimbulkan kesimpulan keliru.

“Banyak yang bertanya kenapa kami tidak langsung buka suara. Kami perlu memastikan dulu sumber masalahnya, apakah dari SOP, bahan, atau proses pressing,” ujar Kevin dalam acara Kelme Media Session di Jakarta.

Kevin menjelaskan investigasi dilakukan sejak insiden terjadi pada akhir Maret hingga awal Mei 2026. Dari hasil penelusuran itu, Kelme menemukan bahwa persoalan tidak berasal dari kualitas material name set.

“Material dan kualitas name set sudah sesuai standar internasional. Namun, kami melewatkan fakta bahwa setiap mesin pressing memiliki karakteristik berbeda dan membutuhkan perlakuan khusus. Ini yang menjadi kekeliruan kami,” jelasnya.

Kelme pun berencana melakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur produksi jersey. Langkah tersebut akan melibatkan tenaga ahli, khususnya pada tahapan pengepresan nama pemain, nomor punggung, dan logo jersey.

Perusahaan juga mengungkap bahwa produksi name set saat peluncuran jersey dibagi ke dalam tiga blok berbeda. Produksi itu mencakup kebutuhan event peluncuran, penggunaan pemain pada FIFA Series, serta distribusi produk di Garuda Store.

Kevin menyebut sebagian besar jersey sebenarnya tidak mengalami kendala karena diproduksi sesuai prosedur yang berlaku. Namun, ia menduga terdapat kesalahan manusia dalam salah satu blok produksi.

“Diduga ada human error pada salah satu blok produksi, terutama pada penggunaan mesin yang lebih portabel yang memiliki risiko kesalahan lebih tinggi,” tambahnya.

Dalam forum yang sama, perwakilan Kolektor Jersey Timnas Indonesia (KJTI), Gerardo Gusti, menilai kualitas jersey tidak hanya dilihat dari insiden name set yang lepas. Menurutnya, kenyamanan pemain saat mengenakan jersey di pertandingan juga menjadi indikator penting.

“Sejauh ini belum ada keluhan dari pemain terkait kenyamanan. Hanya saja, insiden name set lepas tentu sangat disayangkan,” ujar Gerardo.

Sementara itu, Fahri Rauzi Idrus dari KJTI menyebut kritik terhadap desain jersey merupakan hal yang wajar di kalangan suporter. Ia menilai penilaian soal motif dan tampilan jersey sangat bergantung pada selera masing-masing individu.

“Kritik soal motif atau desain itu wajar dan subjektif. Setiap orang punya preferensi berbeda,” katanya.

KJTI juga menyoroti perbedaan harga antara jersey tipe player issue dan versi replika yang dijual di pasaran. Mereka menilai harga lebih tinggi pada jersey pemain sebanding dengan teknologi yang digunakan untuk mendukung performa di lapangan.

“Kami sarankan bagi penggemar untuk memilih versi supporter atau replika jika menginginkan harga yang lebih terjangkau,” ujar mereka.

Kelme memastikan akan meningkatkan pengawasan produksi jersey Timnas Indonesia pada tahap-tahap penting ke depan. Perusahaan juga membuka layanan pelanggan daring bagi konsumen yang ingin menyampaikan keluhan terhadap produk resmi Timnas Indonesia.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x