Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza. TODAYNEWS.ID — Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menilai pemindahan duel klasik kontra Persib Bandung ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, tidak memberikan keuntungan bagi Macan Kemayoran.
Souza menyebut Persija kehilangan keuntungan sebagai tuan rumah karena tidak bisa bermain di Jakarta dengan dukungan langsung suporternya.
Menurut Souza, status kandang seharusnya menjadi modal penting bagi Persija dalam menghadapi pertandingan besar melawan Persib. Namun, keputusan memindahkan venue membuat situasi tersebut tidak bisa dirasakan timnya.
“Saya tidak tahu apakah hal itu memberikan keuntungan bagi mereka. Tentu saja seharusnya status tuan rumah adalah milik kami. Kami seharusnya bermain di lapangan kami sendiri, dengan suporter kami, dan tentu saja itu adalah poin positif bagi kami,” kata Souza di Persija Training Ground, Bojongsari, Sawangan, Depok, Kamis (7/5/2026).
Pelatih asal Brasil itu mengaku tidak ingin berspekulasi apakah kondisi tersebut menguntungkan Persib Bandung. Namun, ia memastikan Persija tidak mendapatkan keuntungan apa pun dari pemindahan laga tersebut.
“Saya tidak tahu apakah Persib Bandung diuntungkan dengan hal ini, tapi saya tahu kami sama sekali tidak mendapat keuntungan,” ujarnya menegaskan.
Souza juga menyatakan tidak memiliki kuasa atas keputusan pemindahan pertandingan ke Stadion Segiri, Samarinda. Ia mengaku menyesalkan keputusan yang disebut diambil atas dasar pertimbangan keamanan.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Tentu saja kami sangat menyesal pertandingan dipindah dari Jakarta,” ucap Souza kepada awak media.
Bagi Persija, duel kontra Persib memiliki arti penting karena biasanya menjadi momentum tampil di hadapan ribuan pendukung sendiri. Atmosfer pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU-GBK) dinilai menjadi kekuatan tambahan bagi Macan Kemayoran.
“Padahal sangat penting bagi kami untuk bermain di hadapan suporter kami. Dan di lapangan, ya, GBK jauh lebih baik daripada lapangan tempat kami akan bermain nanti, tapi hal ini sudah diputuskan,” ujarnya.
Meski kecewa, Souza menegaskan Persija tetap harus fokus menjalani pertandingan dan memberikan penampilan terbaik di Samarinda. Ia memastikan timnya akan berusaha maksimal meski bermain jauh dari kandang sendiri.
“Kami tidak punya kendali atas itu. Tugas kami adalah pergi ke sana dan melakukan yang terbaik,” kata Souza menambahkan.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana pertandingan Persija, Ferry Indrasjarief, juga mengungkapkan dampak negatif dari pemindahan venue laga tersebut. Ia menilai kerugian terbesar bukan hanya dari sisi teknis pertandingan.
Menurut Ferry, keputusan menggelar pertandingan di Samarinda membuat Persija mengalami kerugian finansial. Selain itu, para suporter Persija juga kehilangan kesempatan menyaksikan langsung laga kandang tim kesayangannya di Jakarta.
“Jelas kerugian. Yang pertama kerugian finansial, ya karena kita enggak bisa nyelenggarain di kandang sendiri, kita harus ke sana. Tapi yang paling penting adalah kerugian suporter kita,” kata Ferry di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Hingga kini, Persija tetap mempersiapkan diri menghadapi laga klasik kontra Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda. Macan Kemayoran bertekad tetap tampil maksimal meski harus menjalani pertandingan kandang di luar Jakarta.