x

Iran Susun Aturan Baru Teluk Persia, Perkuat Kedaulatan di Selat Hormuz

waktu baca 3 menit
Minggu, 3 Mei 2026 13:00 32 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Iran melalui Angkatan Laut Garda Revolusi (IRGC Navy) menyatakan telah merumuskan aturan baru pengelolaan Teluk Persia di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Kebijakan ini sekaligus menegaskan kembali posisi strategis Selat Hormuz sebagai alat tekanan geopolitik yang terus dipertahankan Teheran.

Pernyataan resmi IRGC Navy disampaikan menyusul konflik terbuka yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini mendorong Iran memperkuat kendali atas wilayah perairan strategisnya.

IRGC menyebut aturan baru tersebut disusun berdasarkan arahan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Kebijakan ini akan menjadi landasan dalam pengelolaan kawasan Teluk Persia ke depan.

“Persamaan dan aturan baru pengelolaan Teluk Persia telah dirumuskan dan akan diterapkan berdasarkan perintah Pemimpin Revolusi Islam,” demikian pernyataan resmi IRGC Navy seperti dilansir Tasnim News.

Dalam pernyataannya, IRGC juga menegaskan penguasaan wilayah pesisir Iran yang membentang di sepanjang Teluk Persia dan Selat Hormuz. Panjang garis pantai yang dikuasai disebut mencapai hampir 2.000 kilometer.

Kontrol tersebut dinilai menjadi kekuatan utama Iran dalam menjaga stabilitas kawasan. Selain itu, wilayah tersebut juga disebut sebagai sumber daya strategis bagi negara.

“Angkatan Laut IRGC akan menjadikan perairan ini sebagai sumber penghidupan dan kekuatan bagi rakyat Iran serta sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan,” lanjut pernyataan itu.

Sementara itu, Mojtaba Khamenei dalam pidato pertamanya sebagai Pemimpin Tertinggi menegaskan pentingnya mempertahankan opsi penutupan Selat Hormuz. Langkah tersebut diposisikan sebagai alat tekanan terhadap pihak lawan.

“Apa yang diinginkan rakyat Iran adalah pertahanan efektif yang membuat musuh menyesal. Leverage penutupan Selat Hormuz harus terus dipertahankan,” kata Khamenei pada 12 Maret lalu.

Ia juga mengungkapkan bahwa Iran telah mempertimbangkan pembukaan front baru dalam konflik. Opsi tersebut akan digunakan jika eskalasi terus berlanjut.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan kontroversial terkait operasi laut negaranya. Ia menggambarkan tindakan penyitaan kapal sebagai aktivitas yang menyerupai bajak laut.

“Kami naik ke atas kapal, mengambil alih kapalnya, mengambil kargonya, mengambil minyaknya. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,” kata Trump dikutip dari The Guardian.

Trump bahkan secara terbuka membandingkan operasi tersebut dengan praktik perompakan di laut. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan dengan serius.

“Kami seperti bajak laut. Kurang lebih seperti bajak laut. Tapi kami tidak main-main,” ujarnya.

Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) melaporkan pengerahan puluhan kapal untuk mendukung kebijakan blokade terhadap Iran. Hingga Jumat, sebanyak 45 kapal telah dialihkan untuk memastikan kepatuhan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi tekanan Washington terhadap Teheran. Blokade tersebut juga menunjukkan eskalasi militer yang terus meningkat di kawasan.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan bahwa kebijakan blokade akan terus berlanjut. Ia menyebut tidak ada batas waktu yang ditetapkan untuk operasi tersebut.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x