x

200 Ribu Buruh Padati Monas di May Day 2026, Bawa 11 Tuntutan ke Presiden Prabowo

waktu baca 3 menit
Jumat, 1 Mei 2026 07:43 44 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Sebanyak 200 ribu buruh diperkirakan memadati kawasan Monumen Nasional dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026, dengan membawa 11 tuntutan utama kepada pemerintah.

Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan May Day menjadi momentum penting untuk menyuarakan aspirasi buruh secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Perayaan dipusatkan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Jumat, 1 Mei 2026. Massa buruh dari berbagai daerah mulai berdatangan sejak pagi hari.

Said Iqbal menyebut sekitar 50 ribu massa berasal dari KSPI. Sementara total peserta yang hadir diperkirakan mencapai 200 ribu orang.

“Jumlah massa KSPI 50 ribu orang, sedangkan total massa 200 ribu massa,” kata Said.

Keputusan menggelar May Day di Monas diambil setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo. Pertemuan tersebut berlangsung selama sekitar 1,5 jam.

“Setelah berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai May Day dan masa depan Indonesia, kami memutuskan untuk merayakan May Day di Monas bersama Presiden dan elemen serikat pekerja lainnya,” ujarnya.

Pertemuan antara KSPI dan Presiden digelar pada 28 April 2026. Dalam kesempatan itu, buruh menyampaikan 11 isu strategis.

Said menegaskan May Day bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut momentum ini penting untuk menyuarakan tuntutan buruh.

“May Day bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum menyampaikan harapan dan tuntutan buruh,” tegasnya.

Dari 11 isu yang disampaikan, beberapa di antaranya telah mendapat respons dari Presiden. Hal itu disebut sebagai langkah awal tindak lanjut pemerintah.

Isu yang diangkat meliputi pengesahan RUU Ketenagakerjaan hingga penghapusan outsourcing. Selain itu, buruh juga menyoroti ancaman PHK dan reformasi pajak.

Tuntutan lain mencakup pengesahan RUU Perampasan Aset serta penyelamatan industri tekstil dan nikel. Buruh juga meminta moratorium industri semen akibat kelebihan pasokan.

Selain itu, ada dorongan ratifikasi Konvensi ILO 90 dan penurunan tarif ojol menjadi 10 persen. Revisi UU Nomor 2 Tahun 2024 juga masuk dalam daftar tuntutan.

Buruh turut meminta pengangkatan guru dan tenaga honorer PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. Seluruh isu tersebut menjadi fokus perjuangan dalam May Day 2026.

Tak hanya di Jakarta, perayaan May Day juga digelar serentak di berbagai daerah. Kegiatan berlangsung di 38 provinsi dan lebih dari 350 kota.

Beberapa kota yang menjadi pusat kegiatan antara lain Bandung, Serang, Semarang, Surabaya, hingga Makassar. Perayaan juga digelar di Banda Aceh, Batam, Palembang, dan Banjarmasin.

Said Iqbal mengimbau seluruh peserta menjaga ketertiban selama aksi. Ia menekankan pentingnya perayaan yang damai dan tidak anarkis.

“Kami mengimbau seluruh buruh untuk merayakan May Day dengan penuh semangat, damai, anti kekerasan, dan tidak anarkis. Hormati juga kepentingan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Dalam pertemuan sebelumnya, Presiden Prabowo menyinggung potensi besar sumber daya alam Indonesia. Ia mengajak buruh ikut berperan dalam pembangunan nasional.

Menurut Said, Presiden menginginkan buruh hidup sejahtera dengan upah layak. Hilirisasi dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Terkait ojol, buruh mendorong keterlibatan pemerintah melalui Danantara. Langkah ini diharapkan dapat menekan potongan tarif menjadi 10 persen.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

41 minutes ago
16 hours ago
19 hours ago
21 hours ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x