x

Menuai Polemik Usulan Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Apr 2026 20:07 56 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait usulan pemindahan gerbong perempuan ke tengah rangkaian kereta, yang memicu polemik publik.

Ia mengakui pernyataannya kurang tepat dan menegaskan fokus utama seharusnya pada keselamatan seluruh penumpang serta penanganan korban kecelakaan.

Permohonan maaf tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial. Pernyataan itu muncul setelah insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Arifah menyadari ucapannya menimbulkan ketidaknyamanan di tengah suasana duka. Ia menyampaikan penyesalan kepada masyarakat, terutama korban dan keluarga korban.

“Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk mengabaikan keselamatan penumpang laki-laki. Menurutnya, keselamatan seluruh penumpang tetap menjadi prioritas utama.

“Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampaki,” ucapnya.

Arifah juga mengajak masyarakat untuk kembali fokus pada penanganan korban. Ia menilai perhatian publik seharusnya diarahkan pada upaya pemulihan dan keselamatan transportasi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perbaikan sistem transportasi publik. Hal tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya, Arifah mengusulkan evaluasi penempatan gerbong perempuan di KRL Commuter Line. Usulan itu disampaikan dalam konteks peningkatan keselamatan penumpang.

Ia mengusulkan agar gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian. Sementara bagian depan dan belakang diisi penumpang laki-laki atau campuran.

“Kami mengusulkan agar ke depan gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta, sementara gerbong laki-laki berada di bagian depan dan belakang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan di rumah sakit di Bekasi. Tepatnya di RSUD Chasbullah Abdul Madjid.

Namun, usulan itu menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian pihak menilai pernyataan tersebut kurang tepat disampaikan dalam situasi pascakecelakaan.

Kontroversi yang muncul akhirnya mendorong Arifah untuk memberikan klarifikasi. Ia menegaskan komitmen untuk mengedepankan empati dan keselamatan publik.

Ia juga berharap masyarakat dapat bersama-sama mendukung perbaikan sistem transportasi. Fokus utama, menurutnya, tetap pada keselamatan dan perlindungan seluruh penumpang.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x