Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin. (Foto: ANTARA) TODAYNEWS.ID – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, menjelang peringatan Hari Buruh Internasional yang berlangsung pada Jumat.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komarudin menjelaskan bahwa pengaturan arus kendaraan akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi nyata di lapangan. Pendekatan ini dipilih agar rekayasa lalu lintas bisa lebih fleksibel dan efektif.
“Rekayasa arus lalu lintas kami lakukan secara situasional,” kata Komarudin di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa skema yang telah disiapkan mencakup pengalihan arus hingga penutupan akses menuju kawasan Monas apabila terjadi kepadatan signifikan di sejumlah ruas jalan.
“Maka kami akan lakukan pengalihan atau bahkan penutupan sekiranya itu diperlukan,” katanya.
Namun demikian, pihak kepolisian berharap kondisi lalu lintas tetap berada dalam kategori zona hijau. Artinya, seluruh ruas jalan masih dapat digunakan secara normal oleh kendaraan, termasuk bus yang mengangkut massa buruh menuju lokasi aksi.
“Ya, kami berharap kita tetap bermain di zona hijau, artinya bahwa seluruh ruas jalan bisa tetap digunakan untuk sirkulasi pergerakan baik kendaraan roda dua, roda empat, dan bus peserta yang nanti akan masuk,” kata dia.
Jika kepadatan meningkat, petugas akan menerapkan zona kuning di sejumlah titik strategis, seperti Jalan Merdeka Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Selain itu, pengalihan arus juga akan dilakukan dari kawasan Sarinah, Tugu Tani, hingga Harmoni guna mengurai potensi kemacetan.
“Ini sudah mulai akan kami alihkan ataupun kami kurangi volumenya sehingga mengantisipasi kepadatan yang bertambah panjang dan lama,” kata dia.
Untuk memastikan pengamanan berjalan optimal, Ditlantas Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 1.793 personel. Sementara itu, jumlah massa yang diperkirakan hadir mencapai lebih dari 200 ribu orang, dengan sekitar 4.000 bus yang akan masuk ke Jakarta.
“Diperkirakan sampai dengan data terakhir yang kami terima 200.000 lebih buruh yang akan ke Monas dan ada beberapa kelompok yang mungkin akan melaksanakan kegiatan di beberapa titik Jakarta,” kata dia.