Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Getty Images TODAYNEWS.ID – Kantor berita harian Amerika Serikat (AS), New York Times atau NYT menyebut Presiden Donald Trump sebagai presiden terburuk sepanjang masa dalam sejarah pemerintahan AS.
Melansir Pars Today, pada Rabu (29/5/2026) menukil laporan NYT, dalam analitisnya mengatakan bahwa sebelum ini tidak pernah terjadi kerusakan terhadap institusi publik dan swasta, tradisi demokrasi, sistem peradilan, universitas di dalam AS, serta hubungan Washington dengan sekutu-sekutunya di seluruh dunia.
Menurut laporan NYT, semua kerusakan itu ditimbulkan oleh Trump dan menyebutnya sebagai Presiden terburuk yang pernah dimiliki Gedung Putih.
“Dialah presiden terburuk dalam sejarah AS,” tulis NYT.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa Trump, secara sengaja memangkas anggaran National Institutes of Health (NIH), dan telah membatalkan uji klinis yang mengakibatkan kematian dini banyak pasien kanker.
Trump Terjebak di Rawa Iran
NYT juga menulis bahwa Trump kini berada dalam posisi terjepit: ke mana pun ia melangkah, baik eskalasi perang melawan Iran maupun mundur, biayanya sama-sama mahal.
Krisis ini telah menjadi jalan buntu berbahaya yang tidak mudah untuk keluar.
“Mengawali perang melawan Iran dengan janji-janji palsu Benjamin Netanyahu, kenyataannya tidak berjalan seperti yang dijanjikan. Semua mimpi itu kandas oleh perlawanan Iran yang luar biasa. Kini, setelah hampir dua bulan, Trump meronta-ronta untuk keluar dari rawa ini,” tulis NYT.
Media sekelas New York Times, yang tidak pernah dikenal pro-Iran, sampai pada kesimpulan menyebut bahwa, “Trump bukan sekadar presiden kontroversial, tetapi yang terburuk”.
Bukan hanya karena kebijakan luar negerinya yang kacau, memulai perang tanpa strategi keluar, tetapi juga karena kebijakan dalam negerinya yang membunuh pasien kanker secara diam-diam, melalui pemotongan anggaran riset medis.
“Terjebak di rawa Iran” menjadi ironi. Karena Trump dulu berjanji akan mengeluarkan AS dari “perang tanpa akhir” di Timur Tengah. Kini, ia justru menciptakan rawa baru, dan tenggelam di dalamnya bersama para prajuritnya.