Lokasi proyek jalan tembus Pasar Minggu di Jalan Kemuning Raya, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). (Foto: ANTARA) TODAYNEWS.ID – Proyek pembangunan jalan sejajar rel Pasar Minggu di kawasan Jakarta Selatan tidak menghadapi penolakan signifikan dari warga. Namun demikian, pelaksanaannya masih terkendala keterbatasan anggaran.
“Untuk penolakan dari warga, hampir tidak ada. Memang sempat terkendala karena pandemi dan anggaran di Dinas Bina Marga terbatas, sehingga pelaksanaannya bertahap,” kata Lurah Pejaten Timur Supriyanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mayoritas warga memberikan dukungan terhadap proyek tersebut. Meski begitu, proses pembangunan sempat mengalami hambatan sejak masa pandemi COVID-19.
Di sisi lain, warga yang terdampak berharap proses pembebasan lahan dapat segera dituntaskan. Hal ini penting agar mereka memperoleh kepastian terkait tempat tinggal maupun usaha yang akan dijalankan ke depannya.
“Warga berharap pembayaran bisa segera dilakukan supaya ada kepastian dan bisa mendapatkan rumah yang layak serta lokasi usaha, meskipun mungkin agak jauh dari lokasi semula,” ujar Supriyanto.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 493 Tahun 2024, lokasi pembangunan akses jalan sejajar rel Pasar Minggu mencakup area seluas sekitar 14.220 meter persegi di Kelurahan Pejaten Timur.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga berkomitmen menyelesaikan proyek jalan tembus Pasar Minggu tersebut. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi kemacetan.
Rencananya, pembangunan jalan akan dilanjutkan setelah seluruh proses pembebasan lahan rampung. Saat ini, tahap pengadaan tanah masih berlangsung di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan yang bertindak sebagai Ketua Tim Pelaksana Pengadaan Tanah.
Hingga 2025, dari total 118 bidang tanah yang dibutuhkan, sebanyak 59 bidang telah berhasil dibebaskan. Sementara itu, 59 bidang lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Dari keseluruhan lahan tersebut, delapan bidang di antaranya merupakan aset milik pemerintah. Kondisi ini turut menjadi bagian dari proses administrasi yang harus diselesaikan.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta pun terus mengharapkan dukungan masyarakat agar proyek pembangunan jalan sejajar rel Pasar Minggu dapat berjalan lancar demi kepentingan bersama.
Proyek jalan tembus sepanjang dua kilometer ini mulai digagas sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (2014-2017). Tujuannya adalah untuk mengurai kemacetan di kawasan Pasar Minggu, meskipun hingga kini proyek tersebut belum sepenuhnya terealisasi.