x

PSSI Tegaskan Gol Dewa United U-20 Sah, Komite Wasit Bantah Tudingan Offside

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Apr 2026 19:17 19 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menegaskan gol kontroversial Dewa United U-20 ke gawang Bhayangkara FC U-20 bukan pelanggaran offside. Penjelasan ini sekaligus merespons polemik yang memicu kericuhan dalam laga Elite Pro Academy (EPA U-20).

Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan EPA U-20 di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026). Laga ini menjadi sorotan karena diwarnai aksi kekerasan antar pemain.

Kericuhan dipicu oleh protes atas keputusan wasit yang mengesahkan gol Dewa United U-20. Kubu Bhayangkara FC U-20 menilai gol tersebut terjadi dari posisi offside.

Situasi di lapangan memang terlihat kompleks berdasarkan rekaman pertandingan. Bola yang diumpan ke area pertahanan direspons oleh dua pemain dengan posisi berbeda.

Salah satu pemain Dewa United U-20 terlihat berada dalam posisi offside. Namun, bola kemudian dikejar oleh pemain lain yang datang dari posisi onside dan mencetak gol.

Keputusan wasit untuk tetap mengesahkan gol itu memicu reaksi keras. Protes pemain Bhayangkara FC U-20 akhirnya berkembang menjadi kericuhan.

“Kondiisi ini jelas tidak offside karena pemain Dewa United U-20 yang dinilai offside itu hanya mengikuti bola dan pada akhirnya dia tidak menyentuhnya,” ujar Yoshimi Ogawa dalam diskusi di GBK Arena, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa pemain yang berada dalam posisi offside tidak terlibat langsung dalam proses gol. Bola justru diambil alih oleh pemain lain yang berada dalam posisi sah.

“Hingga pada akhirnya diambil alih oleh pemain Dewa United (U-20) lainnya yang berhasil mencetak gol,” lanjutnya.

Ogawa juga menegaskan perbedaan situasi yang dapat dikategorikan sebagai offside. Ia menyebut intervensi terhadap pemain bertahan menjadi faktor penentu.

“Lain hal ketika pada kejadian tersebut pemain Dewa United (U-20) yang dinilai offside ini melakukan gangguan atau mengintervensi pemain bertahan lawan. Itu jelas offside,“ jelasnya.

Dalam kasus ini, ia memastikan tidak ada gangguan terhadap pemain bertahan. Situasi tersebut membuat keputusan wasit dinilai sudah tepat.

“Kenyataanya pada situasi ini, pemain yang dinilai offside ini mengejar bola sendiri dan tidak ada pemain bertahan Bhayangkara FC (U-20) yang mendekat, sebelum bola di ambil alih oleh rekannya untuk mencetak gol,” tambahnya.

Ogawa juga memberikan apresiasi kepada wasit hakim garis yang bertugas. Ia menilai keputusan yang diambil menunjukkan pemahaman aturan yang baik.

“Kalau wasit hakim garis pada laga ini mengangkat bendera untuk menyatakan offside, tentu kami akan istirahatkan dia dalam pertandingan selanjutnya,” kata Ogawa.

Ia menyebut wasit tersebut selama ini kerap dipercaya memimpin laga EPA. Namun, ia belum mendapat kesempatan memimpin pertandingan di level lebih tinggi.

“Kami memang sering memberikan dia kesempatan untuk bertugas di pertandingan-pertandingan EPA. Dia salah satu wasit yang belum mempunyai kesempatan untuk mengawal laga-laga Championship (2025-2026),” ujarnya.

Bahkan, Ogawa menyatakan keputusan dalam laga tersebut menjadi bahan evaluasi positif. Ia membuka peluang bagi wasit tersebut untuk naik level.

“Karena insiden atau keputusan wasit di pertandingan ini, kami bisa mengindentifikasi bahwa dia bisa memimpin laga di tingkat selanjutnya karena pemahaman terkait sepak bolanya yang bagus,” pungkasnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x