x

Negosiasi AS-Iran Buntu, Saling Tuding Penyebab Gagalnya Kesepakatan

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Apr 2026 18:24 41 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai usai perundingan maraton selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026). Kedua negara saling menyalahkan atas kebuntuan negosiasi, dengan isu program nuklir dan Selat Hormuz menjadi titik perbedaan utama.

Perundingan yang digelar di Islamabad menjadi momentum penting karena merupakan kontak langsung pertama antara Amerika Serikat dan Iran dalam lebih dari satu dekade.

Pertemuan ini juga tercatat sebagai dialog tingkat tinggi paling signifikan sejak Revolusi Islam 1979. Kedua pihak berupaya mengakhiri konflik yang telah menewaskan ribuan orang dan memicu lonjakan harga minyak global.

Namun, setelah pembicaraan intensif tersebut berakhir, seluruh delegasi meninggalkan Islamabad tanpa kesepakatan. Situasi ini mempertegas kompleksitas konflik yang belum menemukan titik temu.

Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi Washington menyampaikan kekecewaannya atas hasil perundingan tersebut.

“Berita buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu berita buruk bagi Iran jauh lebih daripada bagi Amerika Serikat,” kata Vance mengutip dari CNN, Minggu (12/4/2026).

Ia menegaskan bahwa AS telah menyampaikan batasan yang jelas dalam negosiasi. Menurutnya, Iran tidak memenuhi sejumlah syarat utama yang diajukan Washington.

“Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami,” tambahnya.

Vance juga menyoroti isu nuklir sebagai perhatian utama AS. Ia menekankan pentingnya komitmen tegas dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

“Kami perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir dan tidak akan mengejar alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir,” tuturnya.

Di sisi lain, Iran memberikan penilaian berbeda terhadap jalannya perundingan. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut suasana negosiasi diwarnai ketidakpercayaan.

“Wajar jika kita tidak mengharapkan tercapainya kesepakatan hanya dalam satu sesi,” kata juru bicara tersebut.

Media pemerintah Iran juga menyampaikan kritik terhadap sikap AS dalam perundingan. Kantor berita Tasnim menilai tuntutan Washington menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan.

“Negosiasi antara tim Iran dan Amerika berakhir beberapa menit yang lalu dan, karena apa yang digambarkan sebagai campur tangan dan ambisi AS yang berlebihan, kedua pihak sejauh ini gagal mencapai kesepakatan,” lapor koresponden Tasnim.

Meski demikian, laporan media Iran menyebut beberapa isu sebenarnya telah menemukan titik temu. Namun, persoalan strategis seperti Selat Hormuz dan program nuklir tetap menjadi penghalang utama.

Kegagalan ini menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang. Perbedaan kepentingan mendasar antara kedua negara masih menjadi tantangan besar dalam setiap upaya diplomasi.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x