x

Pentagon Klaim Kemenangan Besar atas Iran, AS Tetap Siaga Selama Gencatan

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 07:29 21 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah Amerika Serikat mengklaim telah meraih kemenangan militer signifikan atas Iran meski gencatan senjata tengah berlangsung, dengan menyebut kemampuan militer Teheran telah dilemahkan. Namun di balik klaim tersebut, militer AS tetap dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi lanjutan.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan operasi militer yang dilakukan negaranya berhasil mencapai target utama. Ia bahkan menyebut program rudal Iran kini secara fungsional telah “dihancurkan”.

Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth bersama Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine. Keduanya berbicara kepada wartawan pada Rabu (8/4/2026).

“Presiden Trump menciptakan momen ini. Iran memohon gencatan senjata ini, dan kita semua mengetahuinya,” kata Hegseth, Rabu (8/4/2026). Ia menegaskan posisi AS dalam konflik tersebut.

“Seperti yang dikatakan Presiden pagi ini, hari besar bagi perdamaian dunia. Iran menginginkannya terjadi, Mereka sudah muak,” ujarnya. Pernyataan itu menguatkan narasi kemenangan yang disampaikan pemerintah AS.

Hegseth juga menyoroti operasi militer bertajuk Operation Epic Fury. Ia menyebut operasi tersebut sebagai pencapaian besar di medan perang.

“Operasi Epic Fury adalah kemenangan bersejarah dan luar biasa di medan perang,” kata dia. Ia menyebutnya sebagai kemenangan militer dengan “huruf V besar”.

Menurut Hegseth, operasi tersebut telah melumpuhkan kemampuan militer Iran secara signifikan. Ia bahkan mengklaim dampaknya akan berlangsung dalam jangka panjang.

“Dengan ukuran apa pun, Epic Fury menghancurkan militer Iran dan membuatnya tidak efektif dalam pertempuran selama bertahun-tahun mendatang,” ujarnya. Klaim ini menjadi bagian dari narasi keberhasilan AS.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran. Keputusan itu diambil hanya dua jam sebelum tenggat ultimatum terkait Selat Hormuz.

Di sisi lain, Dan Caine menegaskan bahwa tujuan militer AS telah tercapai. Namun, ia mengingatkan bahwa situasi belum sepenuhnya stabil.

Caine menyebut gencatan senjata yang berlaku saat ini bersifat sementara. Ia menegaskan pasukan AS tetap berada dalam kondisi siaga penuh.

Langkah siaga tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan konflik. Militer AS disebut siap melanjutkan operasi jika situasi kembali memanas.

Hegseth menambahkan bahwa kehadiran militer AS di Timur Tengah masih dipertahankan. Hal ini bertujuan untuk memastikan Iran mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

Dengan kondisi tersebut, klaim kemenangan militer tidak sepenuhnya diikuti dengan penarikan pasukan. Sebaliknya, AS tetap menunjukkan kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi berikutnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
21 hours ago
24 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x