Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XI DPR RI, Amin AK, mengingatkan Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberikan perhatian serius terhadap pergerakan modal dalam negeri.
Pemerintah diminta tidak hanya fokus mengejar investasi asing, tetapi juga menjaga stabilitas kepercayaan dari para pemodal domestik.
Menurut Amin, kekuatan fundamental ekonomi nasional sangat bergantung pada bagaimana pelaku pasar di dalam negeri memandang prospek ekonomi ke depan.
“Menjaga kepercayaan investor domestik sama pentingnya dengan menarik investasi asing,” ujar Amin mengutip, Sabtu (30/5/2026).
Amin menekankan bahwa optimisme dari pemilik modal nasional merupakan pilar utama dalam menjaga kesinambungan pembangunan ekonomi.
Jika iklim investasi di dalam negeri dinilai kondusif dan menjanjikan, pertumbuhan ekonomi nasional akan bergerak lebih akseleratif.
“Perekonomian Indonesia akan jauh lebih kuat apabila pemilik modal nasional tetap optimistis terhadap prospek dalam negeri dan terus berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.
Lebih lanjut, legislator Fraksi PKS ini juga menyoroti adanya indikasi perpindahan aset atau modal dari investor lokal ke pasar luar negeri. Menurutnya, fenomena ini tidak bisa dipandang sebelah mata hanya sebagai gejolak pasar yang biasa.
“Karena itu, fenomena ini perlu menjadi perhatian serius,” tegas Amin.
Amin pun mengingatkan BI dan Kemenkeu bahwa keputusan investor domestik untuk memarkirkan dana mereka di luar negeri merupakan sebuah alarm penting terkait sentimen dan tingkat kepercayaan (confidence) terhadap kebijakan ekonomi nasional.
“Ketika investor domestik mulai memindahkan asetnya ke luar negeri, persoalannya bukan lagi sekadar dinamika pasar keuangan, tetapi juga menyangkut persepsi terhadap masa depan perekonomian Indonesia,” pungkasnya.
Oleh karena itu, Komisi XI DPR mendesak otoritas moneter dan fiskal untuk segera merumuskan rumuskan kebijakan yang mampu mengantisipasi pelarian modal domestik, sekaligus memperkuat daya tarik pasar keuangan dan sektor riil di dalam negeri.