x

Hadapi El Nino, Bapanas Perkuat Cadangan Pangan Produksi Dalam Negeri

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Apr 2026 15:05 20 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa penguatan cadangan pangan dari produksi dalam negeri menjadi langkah utama dalam menghadapi ancaman musim kemarau.

Ketut memastikan pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi potensi El Nino tahun ini. Salah satu fokus utama adalah memperkuat stok cadangan pangan pemerintah (CPP) yang kini dinilai lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sesuai arahan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), mitigasi pertamanya, artinya kami begitu mendengar ada fenomena El Nino yang akan terjadi, tentu kami sudah menyiapkan kewaspadaan. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak,” kata Ketut dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, langkah mitigasi sejak dini sangat penting dilakukan, terutama menjelang musim kemarau yang berpotensi berdampak pada produksi pangan nasional.

Selain itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan bahwa fenomena El Nino berpotensi melanda Indonesia, khususnya wilayah selatan garis ekuator, mulai awal Mei. Wilayah seperti Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur diperkirakan akan terdampak.

Meski demikian, Bapanas memastikan penguatan stok CPP terus dilakukan secara berkelanjutan, seiring dengan upaya Kementerian Pertanian menjaga produksi pangan dalam negeri setiap bulan.

Melalui peran Perum Bulog, penyerapan gabah dari petani terus ditingkatkan untuk diolah menjadi beras sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan El Nino.

“Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk melakukan penyerapan gabah yang akan diolah menjadi beras, sebagai penguatan CPP,” jelas Ketut.

Lebih lanjut, pemerintah tidak hanya fokus pada beras, tetapi juga memperkuat stok komoditas lain seperti jagung pakan dan minyak goreng. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan selama musim kemarau.

“Dengan adanya penguatan CPP, tatkala terjadi kekeringan dan lain sebagainya, yang berdampak pada produksi misalkan, nah tentu ini akan bisa menopang ketersediaan pangan yang dimiliki oleh pemerintah. Itu yang kita lakukan dalam rangka mitigasi awal,” ucap Ketut.

Bapanas mencatat, hingga 2 April, stok CPP terdiri dari beras sebesar 4,4 juta ton, jagung pakan 168 ribu ton, minyak goreng 121 ribu kiloliter, gula pasir 49 ribu ton, daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, serta daging ayam dan telur masing-masing 39 ton dan 17 ton.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan langkah mitigasi terus dilakukan untuk menghadapi El Nino.

Selain menjaga produksi pangan nasional, Amran juga memastikan bahwa cadangan pangan El Nino masih mencukupi untuk mendukung program intervensi pemerintah bagi masyarakat.

“Sekarang ini capaian kita, stok CBP (cadangan beras pemerintah) kita hari ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Jadi persiapan kita jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” kata Amran.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

57 minutes ago
4 hours ago
7 hours ago
21 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x