Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dan pemain Timnas Indonesia Elkan Baggott saat sesi konferensi pers FIFA Series 2026, Kamis (26/3/2026). TODAYNEWS.ID — Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menilai timnya seharusnya meraih kemenangan saat menghadapi Bulgaria di final FIFA Series 2026. Meski kalah 0-1, ia menegaskan Indonesia tampil lebih dominan sepanjang pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Menurut Herdman, keunggulan permainan Indonesia terlihat dari penguasaan bola yang mencapai 71 persen. Sementara itu, Bulgaria hanya mencatatkan 29 persen penguasaan bola dalam laga tersebut.
“Malam ini seharusnya menjadi kemenangan untuk Indonesia. Bulgaria adalah tim peringkat 80 dunia, tetapi menurut saya, malam ini Indonesia bermain lebih baik,” kata Herdman dalam jumpa pers usai pertandingan. Ia menilai performa timnya layak mendapat hasil berbeda.
Meski mendominasi, efektivitas menjadi pembeda dalam laga ini. Indonesia melepaskan enam tembakan dengan hanya satu yang tepat sasaran.
Sebaliknya, Bulgaria tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Dari sembilan percobaan, empat di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Gol semata wayang Bulgaria tercipta melalui penalti yang dieksekusi Marin Petkov pada menit ke-38. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan tim asal Eropa itu.
Herdman pun tetap memberikan apresiasi kepada lawan. Ia menilai Bulgaria mampu mengelola pertandingan dengan baik berkat pengalaman yang dimiliki.
“Selamat untuk Bulgaria. Mereka memenangkan pertandingan dan mampu mengelola laga dengan baik—memperlambat tempo, mengontrol ritme. Itu bagus untuk mereka, karena itulah cara memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Saat ditanya soal kegagalan timnya mencetak gol, Herdman menyebut faktor keberuntungan turut berperan. Ia menyinggung peluang emas yang gagal berbuah gol akibat membentur mistar gawang.
“Kalau ditanya kenapa kami tidak mencetak gol, mungkin Anda harus bertanya kepada mistar gawang. Itu hampir menjadi gol kelas dunia dari Ole,” ucap Herdman. Ia merujuk peluang Ole Romeny pada menit ke-70.
Kekalahan ini membuat catatan awal Herdman bersama Indonesia menjadi satu kemenangan dan satu kekalahan. Dalam dua laga tersebut, tim Garuda mencetak empat gol dan kebobolan satu gol.
Pelatih asal Inggris itu mengakui hasil ini terasa menyakitkan. Ia menilai timnya tampil lebih baik, namun gagal mengonversi peluang menjadi gol.
“Saya yakin para pemain akan belajar dari ini, akan berkembang. Tapi kami kecewa. Rasanya menyakitkan. Sangat menyakitkan,” kata Herdman. Ia berharap kekalahan ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tim ke depan.