x

Konflik Timur Tengah Berpotensi Buat Harga Pupuk Melonjak

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 23:59 26 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah mitigasi guna melindungi sektor pertanian nasional dari dampak eskalasi konflik antara Iran vs Amerika dan Israel.

“Konflik di Timur Tengah bukan hanya isu geopolitik, tetapi ancaman nyata bagi rantai pasok pertanian kita,” kata Hindun di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Hindun memperingatkan bahwa gangguan pada rantai pasok global di kawasan Timur Tengah dapat memicu timbulnya biaya produksi pertanian, terutama menjelang musim tanam.

“Pemerintah harus bergerak cepat. Jika tidak diantisipasi, petani akan menanggung beban biaya produksi yang sangat tinggi, dan target swasembada pangan kita bisa terancam,” ujar Hindun.

Hindun mengatakan meski Indonesia mengimpor bahan baku pupuk dari kawasan Eurasia, tekanan harga pasar global terhadap sektor pertanian tetap tidak bisa dihindari.

Berdasarkan data terbaru, harga pupuk nitrogen global telah meningkat 32,4 persen, sementara harga urea melonjak hingga 50 persen sejak konflik berlangsung. “Ini tentu akan sangat memberatkan para petani jika benar terjadi,” ucapnya.

Selain faktor harga lanjut Hindun, kendala logistik juga menjadi kekhawatiran utama. Mengingat visi perdagangan pupuk global berbasis laut melewati Selat Hormuz, gangguan di jalur tersebut berpotensi memperparah pasokan pupuk di dalam negeri.

Menurutnya kelangkaan pupuk dapat memaksa petani mengurangi penggunaan nutrisi tanaman atau bahkan menunda masa tanam, yang berakhir pada penurunan produktivitas nasional.

“Jangan sampai saat musim tanam tiba, pupuk justru langka atau harganya tidak terjangkau. Peningkatan biaya operasional akibat harga energi global juga akan menekan margin kesejahteraan petani kita,” tegasnya.

Sebagai solusi strategis, legislator Fraksi PKB itu mendorong pemerintah untuk memperkuat cadangan pupuk nasional dan mempercepat pengembangan pupuk dalam negeri.

Dia juga menyarankan optimalisasi sumber daya lokal, seperti penggunaan pupuk organik dan pemanfaatan energi terbarukan atau panel surya dan biogas untuk menekan biaya operasional alat mesin pertanian (alsintan).

“Ketahanan pangan tidak boleh bergantung pada kondisi global yang tidak menentu. Pemerintah harus memastikan sektor pertanian tetap terlindungi dari gejolak geopolitik agar stok pangan rakyat tetap aman dan stabil,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
10 hours ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x