TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga, menuturkan bahwa momentum Lebaran menjadi moment di mana perputaran ekonomi daerah berjalan pesat, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan lonjakan wisatawan domestik.
“Momentum Lebaran ini selalu menjadi pengungkit ekonomi nasional, terutama di daerah. Perputaran uang yang terjadi sangat besar dan memberikan efek berganda bagi masyarakat,” kata Lamhot Sinaga dikutip dari keterangannya, pada Selasa (24/3/2026).
Sebab itu, Lamhot menakankan agar kebijakan pemerintah dalam mengelola arus balik pemudik tidak hanya berdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai sektor, seperti sektor transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dia mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, perputaran uang selama periode Lebaran bahkan diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.
Untuk itu, kondisi ini menjadi peluang strategis guna memperkuat ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor riil yang langsung menyentuh masyarakat.
“UMKM harus mampu menangkap peluang ini dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan. Pemerintah juga perlu memastikan dukungan pembiayaan dan distribusi berjalan optimal,” ujarnya..
Selain UMKM, sektor pariwisata juga diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran. Tingginya mobilitas masyarakat dinilai akan berdampak pada meningkatnya okupansi hotel serta kunjungan ke destinasi wisata lokal.
“Okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi wisata diperkirakan meningkat tajam. Ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan potensi tersebut, ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan di daerah tujuan wisata, termasuk aspek aksesibilitas, kebersihan, dan keamanan.
Ia pun berharap momentum Lebaran dapat dimanfaatkan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi di daerah.
“Jika dikelola dengan baik, mudik Lebaran bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi,” pungkasnya.