Situasi Bandara I Gusti Ngurah Rai jelang penutupan operasional dalam rangka Hari Raya Nyepi di Denpasar, Bali. (Foto: Bandara Ngurah Rai) TODAYNEWS.ID – Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, mengumumkan bahwa operasional kembali berjalan normal setelah sebelumnya ditutup selama 24 jam dalam rangka Hari Suci Nyepi.
“Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai membuka kembali operasional pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 Wita setelah pelaksanaan Hari Suci Nyepi,” kata Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi di Denpasar, Bali, Jumat.
Pada Jumat pagi, aktivitas langsung dimulai dengan kedatangan perdana penumpang dari rute domestik Surabaya–Denpasar menggunakan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 692 yang tiba pukul 06.52 Wita.
Tak lama berselang, penerbangan internasional juga mulai berdatangan. Pesawat dari rute Hongkong–Denpasar milik Hongkong Airlines dengan nomor penerbangan HX 707 mendarat pukul 06.58 Wita.
Sementara itu, untuk jadwal keberangkatan, penerbangan pertama berasal dari rute domestik Denpasar–Surabaya oleh maskapai Citilink dengan nomor QG691 yang lepas landas pukul 08.10 Wita.
Selanjutnya, penerbangan internasional pertama untuk keberangkatan dilayani Hongkong Airlines dengan nomor penerbangan HX 706 rute Denpasar–Hongkong yang dijadwalkan berangkat pukul 09.00 Wita.
Dengan dibukanya kembali operasional ini, Bandara Ngurah Rai kembali melayani aktivitas penerbangan secara normal. Selain itu, pihak bandara juga memastikan kondisi selama Hari Suci Nyepi berlangsung aman dan terkendali tanpa adanya aktivitas penerbangan.
“Dapat kami sampaikan bahwa situasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai selama Hari Suci Nyepi berlangsung kondusif,” ucap Eka Sandi.
Sebagai informasi, penutupan sementara dilakukan di tengah berlangsungnya Posko Angkutan Lebaran pada 13–30 Maret 2026. Bandara Ngurah Rai menghentikan operasional sejak 19 Maret 2026 pukul 06.00 Wita hingga 20 Maret 2026 pukul 06.00 Wita.
Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 440 jadwal penerbangan komersial reguler tidak dioperasikan, terdiri dari 231 penerbangan domestik dan 209 penerbangan internasional.
Selain itu, sebanyak 19 pesawat tercatat melakukan “remain over night” atau parkir di area Bandara Ngurah Rai selama penutupan berlangsung.