x

Kemenag Putuskan Jadwal Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Mar 2026 13:18 69 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan jadwal sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri 2026. Penetapan ini menjadi acuan resmi dalam menentukan hari raya bagi umat Islam di Indonesia.

Sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026 yang bertepatan dengan 29 Ramadan. Kegiatan tersebut akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa lokasi sidang kembali dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya beberapa ruangan di area tersebut selesai menjalani renovasi.

Pemilihan lokasi juga mempertimbangkan aspek teknis pelaksanaan sidang. Ketersediaan ruang yang representatif menjadi salah satu alasan utama dalam menentukan tempat kegiatan.

Selain itu, kondisi lalu lintas yang relatif lengang turut menjadi pertimbangan. Situasi ini terjadi karena sebagian masyarakat telah memasuki masa mudik, sehingga memudahkan pengaturan akses dan parkir.

Abu Rokhmad menegaskan bahwa seluruh persiapan sidang telah dilakukan sesuai prosedur. Persiapan tersebut mencakup aspek substansi maupun dukungan teknis pelaksanaan.

“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujar Abu Rokhmad dikutip dari laman Kemenag, Rabu (18/3/2026).

Sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur penting dari dalam dan luar negeri. Kehadiran para pihak ini dinilai memperkuat legitimasi hasil keputusan yang diambil.

Peserta sidang mencakup perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, lembaga seperti BMKG, BIG, BRIN, Bosscha ITB, dan Planetarium juga turut hadir.

Keterlibatan pakar falak dari organisasi kemasyarakatan Islam serta Tim Hisab Rukyat Kemenag turut melengkapi proses pengambilan keputusan. “Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” tegas Abu Rokhmad.

Rangkaian sidang akan diawali dengan seminar mengenai posisi hilal. Selanjutnya, dilakukan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Setelah itu dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas hasil rukyatulhilal yang masuk dari berbagai daerah, sebelum akhirnya diumumkan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.

Berdasarkan data hisab, ketinggian hilal pada 29 Ramadan 1447 H berada di atas ufuk dengan kisaran 0°54’27’’ hingga 3°7’52’’. Namun, penetapan awal Syawal tetap menunggu hasil rukyatulhilal dari 117 titik pemantauan di seluruh Indonesia sebelum diumumkan secara resmi.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

20 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x