Ilustrasi – Petugas menghitung uang rupiah dan dolar AS di sebuah tempat penukaran valuta asing, Jakarta. (Foto: Istimewa) TODAYNEWS.ID – Nilai tukar rupiah pada Senin pagi tercatat bergerak stabil, tidak mengalami perubahan atau 0 poin (0,00 persen), sehingga tetap berada di level Rp17.337 per dolar AS, sama seperti penutupan sebelumnya.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa nilai tukar rupiah memiliki peluang untuk menguat seiring mulai meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global.
“Rupiah berpotensi menguat merespon pernyataan Trump yang akan ‘membebaskan’ kapal-kapal di Selat Hormuz meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global, sehingga menekan harga minyak,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal-kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz. Langkah ini dinilai sebagai isyarat kemanusiaan bagi negara-negara yang terjebak dalam konflik yang tidak mereka ikuti. Trump juga mengungkapkan bahwa banyak kapal dari berbagai negara telah meminta bantuan AS setelah terjebak di jalur perairan tersebut.
Lebih lanjut, Presiden AS tersebut menyatakan telah menginstruksikan perwakilannya untuk memberi tahu negara-negara terkait bahwa AS akan menggunakan “upaya terbaiknya” dalam memandu kapal dan awaknya keluar dari jalur terlarang. Ia menambahkan, kapal-kapal tersebut tidak akan kembali beroperasi hingga kawasan tersebut dinyatakan aman untuk navigasi.
Trump bahkan menamai inisiatif tersebut sebagai “Proyek Kebebasan.” Ia menegaskan bahwa banyak kapal yang saat ini terdampar mengalami kekurangan makanan serta kebutuhan pokok lainnya yang penting bagi keselamatan awak kapal.
Di sisi lain, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh melemahnya dolar AS sepanjang akhir pekan. Hal ini terjadi akibat data manufaktur yang berada di bawah ekspektasi serta adanya intervensi yen terhadap dolar AS.
“BoJ (Bank of Japan) mengintervensi untuk menguatkan yen pada hari Jumat (1/5), menyebabkan indeks dolar AS melorot,” ungkap dia.
Meski demikian, potensi penguatan rupiah diperkirakan tidak akan terlalu besar. Investor masih menanti sejumlah data ekonomi Indonesia yang akan dirilis hari ini, seperti data perdagangan dan inflasi.
“Inflasi YoY (year on year) Indonesia diperkirakan akan turun dari 3,48 persen ke 3,0 persen, serta surplus diperkirakan berada di 4 miliar dolar AS,” kata Lukman.
Berdasarkan berbagai faktor tersebut, nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp17.250 hingga Rp17.400 per dolar AS.