Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei. TODAYNEWS.ID – Pemimpin baru Revolusi Islam, Ayatollah Sayyed Mojtaba Khamenei, bersumpah bahwa dirinya tidak akan berhenti membalas dendam atas darah para syuhada dalam agresi yang dimulai AS dan rezim Zionis Israel pada Sabtu (28/2) lalu.
“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para syuhada Anda,” tegas Mojtaba dalam pidato pertamanya kepada bangsa Iran, pada Kamis (12/3/2026).
Ia menegaskan pembalasan darah syuhada itu tidak hanya untuk membalas kesyahidan Pemimpin Revolusi Islam sebelumnya, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei, tetapi kepada seluruh masyarakat Iran yang menjadi martir atas serangan AS-Israel.
“Pembalasan yang kami maksudkan tidak hanya terkait dengan kemartiran Pemimpin Revolusi yang agung; melainkan, setiap anggota bangsa yang gugur sebagai syuhada oleh musuh adalah subjek terpisah untuk berkas pembalasan,” tegas Mojtaba.
Mojtaba menegaskan bahwa sebagian kecil pembalasan Iran sudah terwujud melalui gelombang serangan balasan yang sudah berangsur-angsur, akan tetapi baginya Iran tidak akan puas sampai musuh-musuh Iran hilang dari peta kawasan.
“Tentu saja, sebagian kecil dari pembalasan ini telah terwujud sejauh ini, tetapi sampai sepenuhnya tercapai, berkas ini akan tetap menjadi prioritas utama, dan kami akan sangat peka terhadap darah anak-anak kami,” pungkasnya.
Dia juga menegaskan bahwa rakyat Iran menginginkan kelanjutan serangan terhadap Israel dan AS. Ia juga memerintahkan agar Selat Hormuz tetap ditutup selama perang berlangsung.
“Kehendak rakyat adalah untuk melanjutkan pertahanan yang efektif, dan kehadiran mereka di medan perang harus dipertahankan. Selat Hormuz harus tetap tertutup,” ujarnya.