Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu memastikan tiket ke babak 16 besar All England. (Dok. PBSI) TODAYNEWS.ID — Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu memastikan tiket ke babak 16 besar All England. Mereka mengalahkan pasangan China Gao Jia Xuan/Wu Meng King dalam dua gim.
Pertandingan babak pertama itu berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Rabu (4/3/2026). Jafar/Felisha menang dengan skor 24-22 dan 21-13.
Pada awal gim pertama, Jafar/Felisha langsung tertinggal 0-3. Mereka perlahan mampu mengejar hingga menyamakan skor 7-7.
Pasangan China kembali memimpin dan unggul 11-9 saat interval. Gao/Wu sempat menjaga jarak hingga 14-12 sebelum melakukan sejumlah kesalahan sendiri.
Jafar/Felisha memanfaatkan momentum tersebut untuk membalikkan keadaan. Mereka unggul 15-14 setelah pukulan Wu menyangkut di net.
Kejar-mengejar angka terjadi hingga deuce 20-20. Jafar/Felisha akhirnya menutup gim pertama yang berlangsung ketat dengan kemenangan 24-22.
Gim kedua kembali berjalan sengit hingga skor 6-6. Setelah itu, Jafar/Felisha meraih empat poin beruntun untuk memimpin 10-6 dan unggul 11-7 saat interval.
Selepas jeda, mereka semakin menjauh dengan keunggulan 16-8. Jarak poin terus terjaga hingga 19-11 sebelum laga ditutup 21-13.
Kemenangan tersebut membawa Jafar/Felisha melangkah ke 16 besar. Pada babak berikutnya, mereka akan menghadapi sesama wakil Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, sehingga Indonesia memastikan satu tempat di perempat final sektor ganda campuran.
“Pertama, alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan menang juga hari ini. Tapi memang mainnya masih belum 100%. Masih banyak yang harus diperbaiki apalagi melihat di gim pertama tadi,” ujar Jafar.
Ia menilai permainan di gim kedua lebih terkontrol setelah mengamankan gim pembuka. “Di gim kedua karena sudah ambil gim pertama jadi lebih enak, lebih bisa atur temponya, lebih tahu bola-bolanya akan diarahkan kemana,” katanya.
Felisha menilai laga perdana selalu berlangsung menekan. “Pasangan lawan bermain cukup bagus ya, kami coba meladeni tapi malah banyak kehilangan angka. Menurut saya wajar di pertandingan pertama tadi mainnya saling menekan dan ngotot. Di akhir gim pertama kami coba cari lagi polanya, terapkan dan berhasil,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perubahan hasil undian yang membuat mereka harus menghadapi rekan senegara di 16 besar. “Sayang memang saat undian berubah, kami langsung harus ketemu teman sendiri di 16 besar. Kalau seperti undian awal kan mungkin bisa sama-sama lolos dan maju sampai seterusnya. Kalau besok, salah satu pasti harus kalah,” tutur Felisha.