Presiden AS Donald Trump saat bersama PM Inggris Keir Starmer. (Foto: Anadolu Agency) TODAYNEWS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku merasa “sangat sedih” melihat hubungan AS Inggris yang menurutnya kini tidak lagi seerat seperti sebelumnya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam laporan media Inggris pada Selasa (3/3).
Trump mengungkapkan kekecewaannya setelah menyoroti sikap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang dianggap “terlambat” dalam memberikan izin penggunaan pangkalan udara Inggris untuk serangan terhadap Iran.
“Ini dunia yang berbeda. Hubungan kami dengan negara Anda sangat berbeda dari sebelumnya. Sangat menyedihkan melihat hubungan ini jelas-jelas tak seperti dulu,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan tabloid The Sun.
Menurut Trump, sikap Starmer dinilai kurang membantu dibandingkan dukungan yang diberikan oleh Prancis serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte terhadap langkah militer tersebut.
“Saya tak pernah menyangka akan mendapatkan hal itu dari Inggris. Kami mencintai Inggris,” tambahnya.
Sebelumnya pada Senin, Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak mendukung “perubahan rezim dari langit”, yang merujuk pada upaya pergantian kepemimpinan di Iran melalui operasi militer. Ia juga menegaskan keputusan Inggris menolak penggunaan pangkalan militer pada serangan awal yang terjadi Sabtu lalu.
Namun, situasi kemudian berubah pada Minggu setelah Iran memberikan respons yang oleh Starmer disebut “keterlaluan” dan dinilai berpotensi mengancam warga serta sekutu Inggris.
Pada hari yang sama, sebuah drone yang mengarah ke pangkalan Inggris di Pulau Siprus berhasil dicegat oleh sistem pertahanan.
Setelah perkembangan tersebut, Starmer akhirnya menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris dalam operasi yang disebut sebagai serangan “defensif” terhadap lokasi peluncur rudal Iran.
Sementara itu, pemimpin Partai Konservatif Inggris Kemi Badenoch turut mengkritik pemerintah dengan menuding bahwa kabinet Starmer terlalu berhati-hati dan takut mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Iran.
Kondisi ini membuat hubungan AS Inggris menjadi sorotan internasional, terutama karena kedua negara selama ini dikenal memiliki hubungan strategis yang sangat erat dalam kerja sama keamanan dan pertahanan.