x

DPR Minta BGN Evaluasi Menu MBG Ramadan yang Banyak Dikeluhkan di Sejumlah Daerah

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 20:30 24 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyoroti gelombang protes terhadap dari orang tua siswa terhadap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di tengah bulan suci Ramadan.

Neng Eem mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi menyeluruh menyusul temuan menu yang dianggap tidak layak dan jauh dari standar gizi yang menjanjikan.

Ramadan seharusnya kata dia, harus menjadi momentum peningkatan kualitas asupan bagi anak-anak yang berpuasa, bukan justru menjadi alasan penurunan standar.

Ia pun menyayangkan munculnya laporan dari berbagai daerah mengenai paket makanan yang nilai ekonominya ditaksir bahkan tidak menyentuh angka Rp10.000.

“Jangan sampai program ini justru menimbulkan keluhan dan kekecewaan di masyarakat. Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kualitas. Justru harus menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap menyehatkan gizi anak,” tegas Neng Eem di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Neng mengatakan bahwa dirinya kerap mendapatkan laporan miring muncul dari sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Kudus. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan paket MBG yang hanya berisi kacang goreng, roti abon, susu kotak kecil, telur rebus, dan sebutir jeruk.

Kondisi serupa terjadi di Lumajang, di mana siswa hanya menerima susu 125 ml, telur asin, dan jeruk yang masih mentah.

Karena itu, Neng Eem menekankan bahwa permasalahan ini bukan sekadar masalah tampilan yang tidak menarik, melainkan indikasi adanya ketidakpatuhan terhadap pedoman anggaran dan standar kalori nasional.

“Jika ditemukan ketidaksesuaian, harus ada pelatihan hingga sanksi administratif pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jangan sampai keluhan masyarakat dianggap angin lalu,” tukasnya.

Untuk itu, Politisi PKB ini meminta BGN segera menyusun standar menu khusus Ramadan. Standar ini harus mencakup daya tahan makanan agar tetap layak dikonsumsi saat berbuka, komposisi gizi yang seimbang, hingga transparansi nilai paket di setiap daerah.

Lebih lanjut, dia juga mendorong BGN untuk memperketat pengawasan agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar mendarat di piring siswa dalam bentuk nutrisi yang berkualitas, bukan sekadar pelengkap formalitas.

“Anak-anak yang berpuasa tetap membutuhkan asupan gizi seimbang untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi belajar. Kami perlu langkah cepat agar ada kejelasan komposisi gizi dan nilai kalori yang cukup,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
6 hours ago
10 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x