x

Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Mar 2026 21:14 20 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Sebuah simbol kuat mengguncang dunia Islam setelah bendera merah yang dikenal sebagai “bendera balas dendam” berkibar di atas kubah Masjid Jamkaran di kota Qom, Iran. Pengibaran itu segera menjadi sorotan luas di media internasional.

Dalam tradisi Syiah, bendera merah diyakini sebagai ungkapan kemarahan sekaligus janji pembalasan atas darah yang tertumpah. Simbol tersebut memiliki makna religius yang kuat di kalangan penganut Syiah.

Sejumlah laporan media internasional menyebut bendera itu dikibarkan setelah rentetan serangan militer. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan udara di Teheran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Bendera merah itu bukan sekadar kain berwarna. Dalam tradisi Syiah, warna merah melambangkan darah para martir.

Simbol tersebut menjadi penanda bahwa keadilan atas darah yang tertumpah diyakini belum ditegakkan. Makna itu berakar pada tragedi Karbala abad ke-7.

Tragedi tersebut merujuk pada gugurnya Husayn ibn Ali dalam pertempuran. Peristiwa itu menjadi fondasi spiritual dan emosional komunitas Syiah.

Tulisan yang kerap tertera pada bendera berbunyi “Ya Latharat al-Husayn”. Kalimat itu berarti seruan untuk membalas darah Husayn.

Bagi penganut Syiah, kalimat tersebut bukan sekadar slogan. Ia dipahami sebagai panggilan moral dan religius untuk menegakkan keadilan.

Dalam konteks Iran kontemporer, simbol ini juga memiliki dimensi politik. Pengibaran serupa pernah terjadi pada Januari 2020 setelah tewasnya Qasem Soleimani dalam serangan drone Amerika Serikat di Irak.

Saat itu, bendera merah juga dikibarkan di Masjid Jamkaran. Pengibaran tersebut menjadi penanda kemarahan nasional Iran.

Akun resmi Masjid Jamkaran di media sosial menyebut pengibaran bendera “Ya Latharat al-Husayn” sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai kejahatan “Amerika dan Zionis”. Pernyataan itu menyiratkan pesan moral sekaligus politik.

Di dalam negeri, simbol tersebut muncul di tengah suasana duka dan kemarahan yang meluas. Warga dan tokoh keagamaan memadukan doa, peringatan, dan pernyataan sikap di berbagai kota.

Meski demikian, dalam tradisi Syiah, bendera merah tidak selalu dimaknai sebagai deklarasi perang. Simbol itu lebih sering dipahami sebagai penanda bahwa janji keadilan belum tuntas dan darah yang tertumpah belum dianggap terbayar secara adil.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
6 hours ago
14 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x