x

Puluhan ASN Mengundurkan Diri, Bupati Mimika Beberkan Alasannya

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Mar 2026 22:01 16 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan bahwa puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah memilih mengundurkan diri dari jabatan mereka. Keputusan tersebut diambil lantaran para ASN tidak dapat mengajukan kenaikan pangkat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kurang lebih 30 ASN yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai lurah dan kepala seksi. Kenapa mereka mundur dari jabatan karena tidak bisa naik pangkat,” kata Johannes Rettob di Timika, Minggu.

Menurutnya, pengunduran diri itu dilakukan secara sadar oleh para ASN yang bersangkutan. Hal tersebut terjadi karena pangkat atau golongan yang dimiliki belum memenuhi syarat untuk mengisi jabatan yang tengah mereka emban saat ini.

“Pegawai negeri ini semua sudah diatur dalam sistem,” kata Johannes Rettob.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jenjang karier dan kepangkatan seorang ASN telah diatur secara sistematis dalam mekanisme kepegawaian. Oleh karena itu, apabila tidak berjalan sesuai aturan, maka akan berdampak langsung terhadap kenaikan pangkat maupun perjalanan karier seorang ASN.

Sebagai contoh, ia menjelaskan bahwa jika seorang ASN menduduki jabatan eselon IV, maka pangkat minimal yang harus dimiliki adalah eselon III.b. Namun, apabila pejabat tersebut masih berada pada pangkat eselon III.a, maka yang bersangkutan tidak dapat mengajukan kenaikan pangkat.

“Sejak lama saya sudah meminta mereka mengundurkan diri, Ketika mereka tidak bisa naik pangkat baru mereka ajukan pengunduran diri. Mereka ini ASN, mereka butuh karir harus naik. Kita mau jadi pejabat atau kita mau karir kita harus baik,” kata Johannes Rettob.

Ke depan, ia juga mengungkapkan bahwa masih akan ada sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Mimika yang saat ini berada di eselon III, namun akan turun menjadi eselon IV. Hal tersebut ditegaskan bukan sebagai bentuk demosi, melainkan karena proses karier yang dinilai tidak berjalan secara normal.

“Besok ini banyak pejabat yang sudah eselon III akan akan turun menjadi eselon IV bukan karena demosi,tetapi karir pejabat itu berjalan tidak normal, misalnya dari pegawai langsung naik jadi eselon III, itu tidak tepat harus pakai prosedur,” kata Johannes Rettob.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
6 hours ago
15 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x