x

Bolehkah Berhubungan Suami-istri di Bulan Ramadan? Ini Hukumnya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 23:50 33 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Selama berpuasa di bulan suci Ramadan umat Muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk menahan diri dari berbagai hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan dan minum, hingga berhubungan badan bagi suami istri di siang hari.

Meski begitu, hukum berhubungan badan suami istri masih boleh dilakukan pada malam hari selama bulan Ramadhlan.

Bahakan menurut para ulama, berhubungan badan pada malam hari di bulan Ramadan tidak hanya diperbolehkan, tetapi juga merupakan hal yang sah dilakukan.

”Dalam madzhab Syafi’i menjelaskan sah walaupun mandinya setelah subuh,” seperti dikutip dari berbagai sumber terpercaya.

Secara keseluruhan, hukum hubungan badan pada malam hari di bulan Ramadhan adalah sah selama dilakukan setelah berbuka puasa dan sebelum waktu imsak.

Sebagian ulama menyarankan agar pasangan suami istri memilih waktu yang tepat agar hubungan intim tidak mengganggu aktivitas ibadah Yang lebih utama.

Sebagaimaba dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 187, bahwa berhubungan suami-istri diperbolehkan setelah waktu berbuka puasa hingga sebelum terbit fajar tanpa khawatir membatalkan puasa.

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْن اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

Artinya:

“Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.”

Meski begitu, perlu diingat bahwa meskipun diperbolehkan, ibadah puasa tetap menjadi prioritas utama.

Oleh karena itu, pasangan suami istri diingatkan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan fisik dan ibadah agar dapat menjalani Ramadhan dengan penuh berkah dan pahala.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x