Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: IRNA TODAYNEWS.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, mengatakan bahwa putaran ketiga negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat (AS) di Jenewa, Swiss, pada Kamis 26 Februari 2026 sebagai perundingan paling panjang dan serius.
“Saya dapat mengatakan bahwa ini salah satu putaran negosiasi kami yang paling serius dan terpanjang telah berlangsung. Sekitar empat jam berlangsung di pagi hari dan dua jam di sore hari,” katanya kepada wartawan setelah pembicaraan di Jenewa.
Araghchi mengatakan bahwa diskusi tersebut dilakukan secara tidak langsung dengan mediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi, dan Kepala Badan Nuklir PBB Rafael Grossi juga menyampaikan poin-poin teknis antara kedua belah pihak.
“Kehadirannya secara teknis sangat bermanfaat. Menteri Luar Negeri Oman juga memainkan peran aktif, seperti pada putaran sebelumnya,” tambah Araghchi.
Seperti diberitakan kantor berita Presstv, pembicaraan tidak langsung terbaru antara Teheran dan Washington telah membuat kedua negara “semakin dekat dengan kesepakatan” mengenai beberapa isu.
“Secara keseluruhan, selama jam-jam yang panjang dan sangat intensif ini, kemajuan yang baik telah dicapai, dan kami memasuki peninjauan serius terhadap elemen-elemen kesepakatan, baik di bidang nuklir maupun sanksi,” ucap Araghchi.
Meski begitu, ia mengaku masih ada beberapa perbedaan pendapat antara negeri para mullah itu dan Gedung Putih.
“Tentu saja, masih ada perbedaan pendapat, yang wajar, tetapi dibandingkan dengan masa lalu, kedua belah pihak menunjukkan keseriusan yang lebih besar dalam mencapai solusi melalui negosiasi,” kata Araghchi.
Dia mengatakan telah disepakati bahwa mulai Senin 2 Maret 2026, tim teknis di Wina di Badan Energi Atom Internasional akan memulai tinjauan teknis terperinci untuk mengatur isu-isu teknis tertentu dalam kerangka kerja yang ditentukan, yang kemudian akan diselaraskan dengan tuntutan dan pertimbangan politik dari kedua belah pihak.
Araghchi menambahkan bahwa telah diputuskan juga bahwa putaran pembicaraan selanjutnya akan berlangsung dalam waktu dekat atau kurang dari seminggu lagi.
“Saya memperkirakan pertemuan ini akan berlangsung sekitar satu minggu lagi. Sementara itu, kedua belah pihak perlu mengambil langkah-langkah tertentu, menyiapkan dokumen, dan berkonsultasi dengan ibu kota masing-masing. Setelah itu, sesi berikutnya akan diselenggarakan,” ucapnya.
Mengenai sanksi terhadap Iran, Araghchi telah mengatakan dengan jelas terkait langkah-langkah apa yang harus diambil dan sanksi AS mana yang harus dicabut serta proses apa saja yang harus diikuti terkait isu-isu yang diangkat di Dewan Keamanan PBB.
“Perbedaan pendapat yang ada dan langkah-langkah yang diperlukan telah kami jelaskan dengan jelas, dan disepakati bahwa pada sesi berikutnya, kami akan meneliti masalah-masalah ini secara lebih rinci,” pungkasnya.