x

Menhub dan Gubernur Sumbar Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2026

waktu baca 3 menit
Jumat, 27 Feb 2026 16:01 2 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan rapat koordinasi dan memperkuat sinergi bersama Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran Pemerintah Daerah Sumatera Barat di Padang, Kamis (26/2). Dalam pertemuan tersebut, Menhub menyampaikan sejumlah dukungan yang diperlukan dari Pemda Sumatera Barat untuk menghadapi lonjakan perantau yang kembali ke ranah Minang pada Angkutan Lebaran 2026.

Menurut Menhub, Sumatera Barat memiliki karakteristik pergerakan yang khas setiap musim mudik. “Sumatera Barat dikenal sebagai daerah dengan jumlah perantau yang besar, sehingga setiap menjelang hari raya Idul Fitri, terjadi arus kedatangan yang signifikan dari berbagai daerah di Indonesia menuju kampung halaman di ranah minang,” ungkapnya.

Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 Sumatera Barat, lanjutnya, membutuhkan kesiapan matang, responsif, dan terintegrasi. Kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, TNI, POLRI, hingga masyarakat menjadi faktor penentu kelancaran arus mudik dan balik.

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, tercatat sekitar 1,88 juta masyarakat Sumatera Barat akan melakukan perjalanan selama periode tersebut. Sementara itu, arus menuju Sumatera Barat diproyeksikan mencapai 5,36 juta orang, dengan tujuan terbesar lainnya mengarah ke Jawa Tengah.

Karena itu, kesiapan simpul transportasi seperti bandara dan terminal menjadi prioritas utama. Dukungan yang diperlukan meliputi penyiapan posko pelayanan, tempat istirahat, antisipasi kepadatan, penyediaan informasi perjalanan, pemantauan daerah rawan bencana, serta pengaturan dan rekayasa lalu lintas.

“Kami harap Pemda Sumatera Barat bersama dengan stakeholder terkait dapat melakukan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran, memastikan kesiapan armada (ramp check) dan simpul transportasi, serta melakukan pemeriksanaan kendaraan (pengemudi),” lanjut Menhub.

Ia juga mendorong konsolidasi pelaksanaan mudik gratis melalui integrasi data, jadwal, dan rute agar tepat sasaran serta optimal dari sisi keterisian. Selain itu, penyediaan feeder dinilai penting untuk membantu pemudik menuju lokasi keberangkatan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Kementerian Perhubungan mengajak pemerintah daerah dan Kepolisian RI mengoptimalkan masjid serta Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai rest area. Fasilitas yang perlu disiapkan mencakup parkir gratis dan aman, toilet dan sanitasi memadai, air bersih, penerangan, pos kesehatan, hingga signage dan pengaturan lalu lintas terpadu.

Rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan secara kondisional, terutama jika terjadi hambatan seperti longsor dan banjir. Di titik rawan kemacetan, perlu disiapkan petugas keamanan, jalur alternatif, serta penanganan perlintasan sebidang antara jalan dan jalur kereta.

Apabila jalur berada di kawasan rawan banjir dan longsor, pemerintah daerah diharapkan menyiapkan pos mitigasi serta mengimplementasikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

Selain arus mudik, perhatian juga diberikan pada potensi kepadatan di pasar tumpah dan lokasi wisata. Menjelang Idul Fitri, aktivitas jual beli dipastikan meningkat, sementara setelah hari raya (H+1 dan H+2), kunjungan wisata juga berpotensi melonjak. Karena itu, pengaturan area parkir dan manajemen lalu lintas harus dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan kemacetan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, serta Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
3 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x