x

Rusia Peringatkan AS, Jangan Bermain Api dengan Iran

waktu baca 3 menit
Kamis, 19 Feb 2026 21:30 31 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov, memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa setiap serangan yang dilancarkan Washington terhadap Iran akan menimbulkan masalah besar.

“Konsekuensinya tidak baik,” kata Lavrov dalam wawancara dengan al-Arabiya pada Rabu (18/2/2026), atau sehari setelah para negosiator Iran dan Amerika mengadakan perundingan tidak langsung di Jenewa, Swiss, mengenai program nuklir Teheran.

Lavrov menilai, semua orang di dunia kini bisa melihat bahwa Iran tak akan tinggal diam saat negaranya diserang oleh musuh-musuhnya.

“Dari apa yang dapat kita nilai, ada risiko nyata terjadinya insiden nuklir. Semua orang mengerti bahwa ini sama saja bermain api,” tegas Lavrov.

Karena itu, Diplomat senior Rusia itu memperingatkan bahwa konfrontasi yang kembali terjadi dapat membatalkan kemajuan diplomatik baru-baru ini, termasuk perbaikan hubungan antara Iran dan negara-negara tetangga seperti Arab Saudi.

Dia menambahkan, bahwa Moskow tetap menjalin kontak erat dengan Teheran dan percaya bahwa “Iran dengan tulus ingin menyelesaikan masalah ini berdasarkan ketaatan pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.”

Iran Ancam Tenggelamkan Dua Kapal Induk AS

Sebelumnya, Pemimpin Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menanggapi ancaman AS yang berulang kali mengancam kedaulatan negaranya.

Terbaru, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam Iran dengan mengerahkan Kapal Induk kedua ke Timur Tengah, pada saat kedua negara sedang menjalani perundingan nuklir di Jenewa, Swiss.

Khamenei pun menegaskan bahwa serangan Iran dapat menenggelamkan kapal-kapal induk Amerika, dan menurutnya serangan militer negaranya lebih berbahaya dari pada serangan Washington.

“Presiden Amerika (Donald Trump) berulang kali mengatakan bahwa militer mereka adalah yang terkuat di dunia. Namun, militer terkuat di dunia pun terkadang bisa dihantam begitu keras sehingga bahkan tidak mampu bangkit kembali,” kata Khamenei pada dalam pidatonya, Selasa (17/2/2026).

“Mereka terus mengatakan, ‘Kami telah mengirimkan kapal induk ke arah Iran.’ Baik—kapal induk memang merupakan peralatan yang berbahaya. Tetapi yang lebih berbahaya daripada kapal induk itu sendiri adalah senjata yang mampu menenggelamkannya ke dasar laut,” tambah Rahbar menegaskan.

Khamenei menyebut pernyataan Trump yang menyatakan bahwa Washington tidak mampu melenyapkan Republik Islam Iran selama 47 tahun terakhir memiliki makna bahwa AS memang tidak mampu melakukan itu di masa depan.

“Selama 47 tahun, Amerika telah gagal menghancurkan Republik Islam. Saya katakan ini: Anda juga tidak akan mampu melakukannya di masa depan,” tegas Khamenei.

Seperti diberitakan, Donald Trump telah memerintahkan pengiriman kapal induk terbesar dunia, USS Gerald R. Ford beserta alutsista tempurnya ke kawasan Timur Tengah sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dengan Iran terkait program nuklir dan rudal balistik.

Kapal induk tersebut akan bergabung dengan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln yang sudah berada lebih dahulu di wilayah Teluk Persia.

Pengiriman USS Gerald R. Ford diumumkan setelah putusan Trump dan pertemuan dengan Benjamin Netanyahu, sebagai bagian dari kampanye tekanan militer dan diplomatik terhadap Teheran.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
3 hours ago
16 hours ago
2 days ago

LAINNYA
x
x