Jalan tol berlubang. Foto: Antara TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi V DPR RI Irmawan, mengatakan bahwa pihaknya belakangan ini kerap menerima keluhan terkait maraknya ruas jalan tol yang berlubang dikarenakan tingginya curah hujan dan kendaraan over dimension over load (ODOL).
Karena itu, Irmawan mendesak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) segera menuntaskan perbaikan ruas jalan tol yang berlubang, mengingat musim arus mudik lebaran 2026 tidak lama lagi.
“Kami meminta BPJT melakukan tindakan cepat untuk menyisir ruas jalan tol yang berlubang dan segera melakukan perbaikan sebelum masa mudik informasi tiba,” kata Irmawan di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
“Apalagi saat ini kami mendapatkan banyak ruas jalan tol yang berlubang karena intensitas hujan tinggi akhir-akhir ini,” tambah Legislator Fraksi PKB itu.
Irmawan menjelaskan infrastruktur yang rusak seperti jalan bergelombang dan berlubang merupakan faktor krusial penyebab kecelakaan, terutama saat kendaraan melaju tinggi.
Selain risiko pecah ban dan kehilangan kendali, kerusakan jalan juga memicu kemacetan akibat pengereman mendadak di tengah padatnya arus lalu lintas.
Sebab itu, Irmawan mengingatkan kelayakan ruas jalan tol merupakan bentuk pelayanan timbal balik kepada masyarakat yang telah membayar tarif tol dan berhak mendapatkan fasilitas yang aman dan layak.
“Jangan sampai peristiwa kecelakaan terus terulang akibat faktor yang sama dari tahun ke tahun. Negara harus hadir memastikan perjalanan warga aman,” tegasnya.
Lebih lanjut, legislator asal Aceh ini menyoroti efektivitas perbaikan. Ia meminta pengelola jalan tol tidak hanya melakukan penambalan “kosmetik” yang bersifat sementara, tetapi memancarkan kualitas konstruksi, sistem drainase, hingga ketahanan struktur terhadap beban kendaraan berat.
“Metode penambalan memang penting untuk penanganan cepat, tetapi harus disertai evaluasi menyeluruh. Tanpa perbaikan permanen, biaya pemeliharaan jangka panjang justru akan membengkak,” tambah Irmawan.
Komisi V DPR kata Irmawan, bakal mendorong BPJT dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk segera melakukan inspeksi teknis secara komprehensif untuk memastikan tidak ada kerusakan jalan yang membahayakan saat puncak mobilitas masyarakat nanti.