x

Kemenkop Sebut Koperasi jadi Penggerak Ekonomi Nasional, Harapan Baru Dunia Usaha

waktu baca 3 menit
Senin, 16 Feb 2026 22:30 24 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Koperasi diproyeksikan menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional pada 2026. Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) Herbert Siagian menegaskan koperasi akan kembali tampil sebagai pemain lama dengan strategi baru yang lebih adaptif.

Di tengah tekanan ekonomi global, pergeseran geopolitik, serta percepatan transformasi teknologi yang tidak menentu, pelaku usaha memang dituntut untuk menata ulang strategi bisnis yang sudah diimplementasikan. Situasi ini menuntut fleksibilitas dan keberanian mengambil pendekatan baru.

“Untuk mengatasi banyaknya perubahan tersebut, para pelaku bisnis tidak bisa hanya terpaku oleh satu strategi. Kita harus bisa melakukan beberapa gaya untuk bisa bertahan di kondisi saat ini. Di tahun 2026 dan seterusnya, akan muncul pemain lama, yaitu koperasi,” kata Herbert dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, koperasi akan hadir dengan pendekatan berbeda yang berpotensi menjadi game changer dalam perekonomian nasional, apalagi dengan dukungan penuh pemerintah.

“Koperasi akan mempunyai strategi baru yang akan berpotensi menjadi game changer di perekonomian Indonesia dengan dukungan penuh dari pemerintah saat ini,” ujar Herbert.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Business & Legal Outlook 2026 yang digelar di Jakarta Selatan. Forum ini menjadi ruang dialog strategis untuk membedah tantangan ekonomi global sekaligus merumuskan arah kebijakan dan strategi bisnis ke depan.

Sebagai mitra pendidikan dan pelatihan terkemuka untuk pengembangan sumber daya manusia di Asia, ET-Asia bersama HIPMI Jaya, Legal Next, Bilad Elkomindo Multimedia, serta Delapan Capital menghadirkan forum tersebut dengan melibatkan regulator, pimpinan perusahaan, perbankan, ekonom, hingga mitra firma hukum.

Direktur Operasional ET-Asia, Deasy Widiantie menjelaskan forum ini lahir dari kebutuhan menghadirkan ruang refleksi yang lebih mendalam bagi para pengambil keputusan.

“Forum ini kami hadirkan bukan hanya sebagai diskusi, tetapi sebagai ruang refleksi dan pertukaran perspektif yang konstruktif,” ujarnya.

Menurut Deasy, dunia usaha membutuhkan lebih dari sekadar optimisme. Diperlukan strategi yang terukur serta perspektif lintas sektor agar pelaku usaha mampu membaca risiko dan menangkap peluang secara tepat.

“Business and Legal Outlook 2026 dihadirkan sebagai ruang dialog strategis untuk membantu pelaku usaha membaca risiko, menangkap peluang, dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” tutur Deasy.

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, dalam forum tersebut turut menyoroti prospek sektor sumber daya alam. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara percepatan pertumbuhan dan komitmen terhadap keberlanjutan.

“Untuk bisa menjadi engine of growth yang terbaik bagi negara, maka BUMN tidak bisa bekerja sendiri. BUMN harus inklusif dan harus membuat strategi inklusifitas yang bagus,” kata Dany.

Selain itu, Komisaris Jasamarga Related Business sekaligus Ketua Bidang XII Investasi dan Kerja Sama Antar Daerah BPD HIPMI Jaya, Samira Alatas, mengingatkan pelaku usaha untuk lebih peka terhadap dinamika geopolitik serta menyusun strategi adaptif dalam menghadapi ketidakpastian global.

Sementara itu, Founder & CEO Radian Syam & Syam Law Firm, Radian Syam, menilai pemerintah telah membangun sistem tata kelola yang semakin kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hari ini kita dapat melihat komitmen pemerintah dalam membangun sistem tata kelola yang kuat. Jatuh bangunnya sebuah negara sangat bergantung pada bangsanya sendiri,” kata Radian mengutip Bung Hatta.

Forum tersebut juga menyoroti dinamika 2026 yang dipenuhi tekanan global, mulai dari geopolitik, ekonomi Amerika Serikat, volatilitas suku bunga dan komoditas, hingga isu MSCI yang mempengaruhi arus modal pada pasar modal Tech in Asia.

Selain itu, isu digitalisasi dan kesiapan menghadapi era kecerdasan buatan menjadi perhatian utama. Diskusi menggarisbawahi pentingnya kesiapan regulasi serta kapasitas organisasi dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi, khususnya AI, tidak hanya membuka peluang baru, tetapi juga menuntut kesiapan tata kelola dan kepatuhan yang lebih matang dari pelaku usaha,” kata Managing Partner Legal Next Attorneys at Law, Joddy Mulyasetya P.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
10 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x