x

Menhub: Penerapan “FWA” Dinilai Efektif Urai Kepadatan Arus Mudik

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 20:01 35 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Kebijakan fleksibilitas bekerja atau flexible working arrangement (FWA) dinilai bisa menjadi salah satu kunci mengurai kepadatan perjalanan saat angkutan Lebaran 2026. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyebut langkah ini memberi ruang bagi masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan secara lebih aman dan nyaman.

Menurutnya, penerapan FWA berpotensi memecah konsentrasi pergerakan yang biasanya menumpuk pada hari-hari tertentu. Dengan begitu, kepadatan tidak lagi terpusat dalam satu waktu saja, melainkan lebih tersebar.

“Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal,” kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Pemerintah sendiri telah menyepakati penerapan FWA bagi Aparatur Sipil Negara dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. Berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2026 Kementerian Perhubungan, persepsi masyarakat menunjukkan kebijakan ini cukup efektif dalam menekan potensi lonjakan puncak arus mudik, terutama pada H-5 dan H-3.

Dengan adanya FWA, pergerakan masyarakat saat arus mudik diperkirakan lebih terdistribusi ke hari-hari sebelum H-3 dan H-5, yakni H-6 hingga H-8. Artinya, lonjakan kendaraan dan penumpang bisa lebih terkendali karena tidak menumpuk di waktu yang sama.

Hal serupa juga terlihat pada arus balik. Masyarakat menilai FWA cukup efektif menekan potensi kepadatan pada periode H+4 hingga H+6 setelah Lebaran. Bahkan, hari puncak pergerakan kini cenderung lebih merata karena sebagian masyarakat mengubah jadwal perjalanan ke luar rentang H-8 sampai H+8, baik sebelum maupun setelah periode tersebut.

Dari hasil survei, sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan pada Lebaran 2026. Sebagai perbandingan, pada 2025 survei mencatat potensi pergerakan sebesar 146 juta orang, dengan realisasi mencapai 154 juta orang.

Pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan adanya selisih cukup signifikan antara angka survei dan realisasi di lapangan. Karena itu, meskipun survei 2026 memperlihatkan sedikit penurunan sekitar 1,7 persen, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan dan persiapan.

“Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan FWA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu,” ujar Menhub.

Dengan durasi pergerakan yang lebih panjang, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik berpotensi mendekati realisasi tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau merencanakan perjalanan dengan matang, memanfaatkan kebijakan FWA secara bijak, serta memilih waktu keberangkatan di luar periode puncak.

“Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami harap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, serta nyaman,” kata Dudy.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
9 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x