x

Hadiri HPN 2026, Cak Imin Tegaskan Jurnalisme Tak Boleh Kalah oleh Algoritma

waktu baca 3 menit
Senin, 9 Feb 2026 14:10 34 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang digelar di Provinsi Banten. Kehadiran Cak Imin mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang berhalangan hadir karena agenda bersamaan.

Dalam sambutannya, Cak Imin menyampaikan salam hormat serta apresiasi Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh insan pers Indonesia atas dedikasi dan pengabdian mereka bagi bangsa dan negara. Presiden, ujarnya, menaruh penghargaan tinggi terhadap peran pers dalam menjaga demokrasi serta akal sehat publik.

Cak Imin menegaskan bahwa dunia bergerak sangat cepat, dipacu oleh arus informasi, data, dan algoritma. Di tengah dominasi kecerdasan artifisial serta teknologi digital, pers tetap dituntut menjaga nilai-nilai jurnalisme yang bertumpu pada verifikasi, etika, dan empati manusia. “Jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma. Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti nurani,” tegasnya di Banten, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, tanpa sentuhan manusia dan komitmen terhadap kebenaran, jurnalisme berisiko kehilangan makna sekaligus kepercayaan publik. Karena itu, pers yang hanya mengandalkan kecepatan dan kecanggihan teknologi tanpa kualitas dan etika akan semakin menjauh dari masyarakat.

Ia juga menyoroti fakta bahwa Indonesia kini menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 80 persen penduduk terhubung internet dan rata-rata mengakses media sosial hampir tiga jam per hari. Kondisi tersebut menjadikan kualitas informasi dan sentimen media sangat menentukan stabilitas sosial, ekonomi, serta kohesi kebangsaan.

Dalam momentum Hari Pers Nasional 2026, Cak Imin menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pers nasional. Pemerintah, lanjutnya, tidak akan membiarkan pers berjalan sendiri menghadapi disrupsi digital, termasuk tantangan model bisnis media dan keadilan ekonomi.

“Negara berkomitmen memastikan media massa tetap mendapatkan mata rantai ekonomi yang adil agar jurnalisme berkualitas bisa terus hidup sebagai suluh demokrasi,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan kebijakan ekonomi media, termasuk advokasi hak penerbit (publisher rights), sebagaimana telah dilakukan di berbagai negara maju.

Di tengah banjir informasi dan maraknya konten tidak berkualitas yang berpotensi menurunkan daya nalar masyarakat, Cak Imin menegaskan pers harus hadir sebagai penjernih informasi, bukan penambah kebisingan. Pers diharapkan berperan strategis dalam melawan hoaks, disinformasi, serta menjembatani kebijakan pemerintah dengan pemahaman publik.

Ia mencontohkan peran pers dalam mengawal dan mengedukasi publik terkait program prioritas nasional seperti sekolah rakyat, makan bergizi gratis, koperasi desa, dan berbagai program strategis jangka panjang lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Cak Imin juga menekankan tiga peran utama pers ke depan, yakni sebagai sarana edukasi publik, penjaga etika dan integritas di ruang digital, serta pelindung martabat manusia dengan menghentikan praktik pemberitaan yang melukai dan melanggar privasi.

Cak Imin mengajak seluruh insan pers, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi membangun ekosistem pers yang sehat, bermartabat, dan berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Teruslah menjaga nurani bangsa,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x