x

Cuaca Ekstrem dan Badai Hambat Evakuasi Pramugari Korban ATR 42-500

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Jan 2026 08:38 46 Asep Awaludin

TODAYNEWS.ID – Tim SAR alami kesulitan mengevakuasi jenazah pramugari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Senin (19/1/2026).

Cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut menjadi hambatan bagi personel dalam proses evakuasi. Jenazah pramugari tersebut merupakan korban kedua yang ditemukan meninggal hingga hari ketiga pencarian.

“Masih di atas, jenazah masih di atas karena cuaca (ekstrem) yang tidak memungkinkan untuk evakuasi,” ujar personel tim SAR dari Kodaeral VI Makassar, Serda Marinir Samsul Alam di Posko Tim SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1/2026) malam.

Serda Samsul mengatakan, proses evakuasi awalnya berjalan lancar, bahkan pihaknya sudah memasukkan tubuh korban ke dalam kantong jenazah. Namun karena cuaca ekstrem dan badai pada saat itu membuat evakuasi dihentikan.

Tim SAR pun tidak dapat berbuat banyak dan menghentikan sementara proses evakuasi korban ATR 42-500 yang diduga korban seorang pramugari.

“Karena di atas benar-benar kami sampai jarak pandang hanya 1 meter. Badai. Tapi kantong jenazah korban telah disimpan di tempat yang aman sembari menunggu lanjutan proses evakuasi. Diikat digantung, di kantong mayat. Iya betul (digantung di pohon),” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita, Senin (19/1/2026). Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, korban kedua yang ditemukan meninggal tersebut berjenis kelamin perempuan.

“Telah ditemukan satu korban. Nanti mungkin (identitas korban) persisnya dari DVI, tapi dari informasi awal bahwa korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki dan kedua informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Senin (19/1/2026).

Dia menyampaikan korban ditemukan di area tebing yang sangat terjal dan curam. Korban kedua itu ditemukan di kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

“Lokasi kejadian berada pada kondisi tebing yang sangat terjal dan curam. Begitu juga dengan kedalaman korban diperkirakan ada di kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung,” terang Syafii.***

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

20 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x