x

Komisi X DPR Bakal Kawal Revitalisasi 60 Ribu Sekolah

waktu baca 2 menit
Rabu, 14 Jan 2026 18:30 30 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menambah jumlah sekolah penerima program revitalisasi sebanyak 60 ribu sekolah pada 2026.

Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad, menilai kebijakan tersebut sudah tepat mengingat hingga saat ini masih banyak gedung sekolah di berbagai daerah yang mengalami kerusakan dan berada dalam kondisi tidak layak untuk menunjang proses belajar mengajar.

Menurut data Kemendikdasmen, pada tahun ajaran 2024/2025 terdapat 1,18 juta ruang kelas SD di Indonesia. Namun, sebanyak 60,3 persen di antaranya berada dalam kondisi rusak.

Sedangkan, di jenjang SMP, hanya 50,33 persen ruang kelas yang berada dalam kondisi baik, sementara 24,73 persen rusak ringan, 17,96 persen rusak sedang, dan 6,97 persen rusak berat.

“Penambahan jumlah sekolah yang direvitalisasi ini merupakan langkah strategis dan sangat dibutuhkan. Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak, bahkan membahayakan keselamatan siswa dan guru,” ujar Habib Syarief, Rabu (14/1/2026).

Ia menegaskan bahwa sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor fundamental dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas.

Lingkungan sekolah yang aman dan layak, lanjutnya, akan berdampak langsung pada kenyamanan belajar siswa serta kinerja tenaga pendidik.

“Pendidikan tidak hanya soal kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga soal fasilitas. Gedung sekolah yang layak adalah prasyarat utama untuk mencetak generasi yang unggul,” tegas legislator asal Dapil Jawa Barat I itu.

Legislator Fraksi PKB itu juga menilai kebijakan Presiden Prabowo tersebut sebagai bukti nyata kepedulian dan komitmen pemerintah terhadap kemajuan dunia pendidikan nasional.

Untuk itu, Dia menegaskan bahwa Komisi X DPR akan mengawal kebijakan program revitalisasi ini agar dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan merata, terutama bagi sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Komisi X DPR RI akan terus mengawal kebijakan ini agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pihaknya telah mengalokasikan target program revitalisasi adalah 11.700 di 2026.

Namun, dengan permintaan Presiden Prabowo untuk menambah 60 ribu sekolah, maka jumlah targetnya bertambah drastis mencapai 71.700 satuan pendidikan.

Dengan target jumlah yang terus bertambah untuk program revitalisasi satuan pendidikan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti berharap sampai akhir 2029, seluruh sekolah di Indonesia mempunyai kondisi yang baik dan layak.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
8 hours ago
24 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x