TODAYNEWS.ID – Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) akan menindaklanjuti kasus dugaan politik uang dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilbup Kabupaten Serang Sabtu (19/4/2025).
Diketahui Bawaslu dan jajaran Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) sebelumnya berhasil mengamankan 12 orang melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan politik uang di PSU Serang.
Atas hal itu, Anggota Bawaslu RI, Puadi meminta jajaran Bawaslu tingkat Kabupaten Serang dan Provinsi Banten untuk segera mengambil langkah tegas untuk mendalami kasus dugaan politik uang tersebut.
Ia mengatakan, langkah tegas itu harus dilakukan mengingat dalam kasus tersebut telah ditemukan barang bukti berupa uang tunai dan handphone yang ditengarai digunakan untuk mendata calon penerima uang.
“kita harus melakukan proses pengawasan melekat pada jajaran kami untuk memastikan apakah ini, karena di dalam pemilihan ataupun keadaan ini memberi dan menerima itu kena saksi,” ungkap Puadi saat meninjau pelaksanaan PSU di Kabupaten Serang, Sabtu (19/4/2025).
Disisi lain, Puadi mengungkapkan pihaknya juga menghimbau jajaran agar mendalami lebih jauh terkait kasus OTT politik uang di kegiatan PSU Kabupaten Serang tersebut.
Selain itu, ia mengatakan saat ini pihaknya juga telah membangun koordinasi dengan penyelenggara PSU yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Gakumdu yang terdiri dari TNI dan Polri untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut.
“Kemudian kita melakukan proses koordinasi lintas lembaga dengan KPU, Kemudian juga dengan Polri, dengan TNI dan sebagainya untuk memastikan penyelenggaran PSU ini berjalan sesuai dengan regulasi yang ada,” terang Puadi.
Selain itu, Puadi menambahkan, koordinasi dengan seluruh pihak itu dilakukan untuk mendalami kasus dugaan politik uang dan sekaligus memetakan potensi pelanggaran pemilu lainya di PSU Kabupaten Serang.
“Paling tidak bukti ini sudah ada, tetapi untuk lebih terang dan jelasnya, ini harus menggunakan mekanisme yang sesuai dengan peraturan Bawaslu yang telah disepakati,” tegasnya.
“Kemudian kita melakukan proses pencegahan dan penindakan. Ini tetap berjalan,” tutup Puadi.
Sebagai informasi, Mahkamah Konstitusi (MK) sebelumnya telah memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Pilbup Kabupaten Serang.
Atas keputusan MK tersebut, Andika Hazrumy-Nanang Supriatna dan Ratu Zakiyah-Najib Hamas selaku dua Paslon Bupati Kabupaten Serang akan kembali ber kontestasi memperebutkan 1.225.871 suara masyarakat.
Berdasarkan data dari KPU, Pada Pilkada 27 November 2024 lalu, Andika Hazrumy – Nanang Supriatna telah mendapatkan 254.494 suara. Kemudian Ratu Zakiyah – Najib Hamas memperoleh 598.654 suara.
Andika Hazrumy merupakan mantan Wagub Banten 2017-2022. Andika adalah anak kandung dari Ratu Atut Chosiyah yang dikenal sebagai mantan Gubernur Banten, dan keponakan Ratu Tatu Chasanah, Bupati Serang dua periode.
Sedangkan Ratu Zakiyah merupakan istri dari Menteri Desa (Mendes), Yandri Susanto. (GIB)