x

Tim Kuadran Tambah Perak, Kunjungan Ketum KOI Perkuat Kolaborasi Sepak Takraw Indonesia dan ASTAF

Laporan: Gungde Ariwangsa

waktu baca 3 menit
Sabtu, 3 Okt 2026 12:35 78

TODAYNEWS.ID: Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari mengunjungi arena pertandingan sepak takraw Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (3/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara NOC Indonesia, PB PSTI (Pengurus Besar Persatuan Sepaktakraw Indonesia), dan Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF).

Raja Sapta Oktohari, yang akrab disapa Okto, disambut langsung oleh Presiden ASTAF Dato’ Abdul Halim Kader. Pertemuan berlangsung hangat di tengah rangkaian pertandingan sepak takraw yang memasuki fase akhir Asian Games 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden ASTAF menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap perkembangan sepaktakraw, sekaligus perubahan positif yang terjadi dalam pengelolaan dan pengembangan cabang olahraga tersebut di Indonesia.

Apresiasi secara khusus juga disampaikan kepada Ketua Umum PB PSTI, Surianto. Abdul Halim menilai kepemimpinan Surianto telah membawa perkembangan positif bagi sepak takraw Indonesia serta memperkuat hubungan PB PSTI dengan ASTAF serta komunitas sepaktakraw internasional.

Okto mengatakan, perkembangan sepaktakraw Indonesia tidak hanya penting dari sisi prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan ekosistem olahraga nasional dan hubungan Indonesia dengan komunitas olahraga internasional.

“Sepaktakraw adalah salah satu cabang olahraga yang memiliki tradisi dan prestasi kuat bagi Indonesia. Karena itu, kita ingin memastikan perkembangannya terus berjalan, baik dari sisi prestasi atlet maupun hubungan Indonesia dengan federasi internasional. Kolaborasi antara NOC Indonesia, PB PSTI dan ASTAF menjadi bagian penting untuk membawa sepaktakraw Indonesia semakin berkembang,” ujar Okto.

Kehadiran Okto di arena pertandingan juga menjadi bentuk perhatian NOC Indonesia terhadap perjuangan atlet-atlet Tim Indonesia yang berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Okto menyaksikan langsung perjuangan tim sepak takraw Indonesia dalam pertandingan final yang digelar di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium.

Sementara itu, Tim Kuadran Putra Indonesia harus puas dengan medali perak setelah kalah dari Jepang dalam tiga set, 15-17, 15-9 dan 13-15. Kendati demikian, perjuangan Jelki Ladada dkk mendapat apresiasi sebagai bagian dari perjalanan panjang pengembangan sepak takraw Indonesia.

Menurut Okto, dukungan terhadap atlet tidak berhenti pada saat pertandingan berlangsung. NOC Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan federasi nasional maupun internasional demi memastikan keberlanjutan pembinaan olahraga Indonesia.

“Yang kita bangun bukan hanya prestasi untuk satu pertandingan atau satu Asian Games. Kita ingin membangun ekosistem yang berkelanjutan. Atlet harus mendapat dukungan, federasi harus semakin kuat, dan hubungan internasional juga harus terus kita jaga,” kata Okto.

Pertemuan dengan Presiden ASTAF tersebut sekaligus memperlihatkan eratnya hubungan Indonesia dengan komunitas sepak takraw Asia. Bagi NOC Indonesia, kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan olahraga nasional, termasuk melalui penyelenggaraan kompetisi internasional di Tanah Air.

Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027 di Makassar. Ajang tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam kalender sepak takraw internasional sekaligus peluang bagi Indonesia untuk terus memperkuat pengembangan olahraga sepak takraw di tingkat global. ***

Editor: Gungde Ariwangsa

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor