x

SUGBK Sepi saat Persija vs Persis, The Jakmania Kirim Sinyal Protes atas Performa Tim

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Apr 2026 20:24 35 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Laga Persija Jakarta melawan Persis Solo pada pekan ke-30 Super League 2025/26 berlangsung sepi penonton di SUGBK, diduga akibat menurunnya kepercayaan suporter terhadap performa tim.

Minimnya kehadiran penonton menjadi sinyal protes terbuka di tengah inkonsistensi Macan Kemayoran dalam beberapa laga terakhir.

Pertandingan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Banyak kursi kosong terlihat di berbagai sektor stadion.

Dari pantauan di lokasi, atmosfer pertandingan terasa kurang meriah. Dukungan suporter tidak seintens biasanya.

Kelompok suporter The Jakmania tampak mengurangi kehadiran. Hal ini diduga sebagai bentuk kekecewaan terhadap performa tim.

Sejumlah spanduk bernada kritik terlihat terbentang di tribun stadion. Pesan-pesan tersebut menyoroti performa Persija yang dinilai belum memuaskan.

“No Glory Won, You’re Still No One. Kalah Jadi Cacing Menang Jadi Naga. Without The Gold, Your Story Untold,” demikian isi pesan yang terpampang.

Penurunan animo penonton sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Penjualan tiket menunjukkan angka yang tidak tinggi.

Ketua panitia pelaksana Persija, Tauhid Indrasjarief, mengungkapkan jumlah tiket yang terjual. Ia menyebut angka tersebut jauh di bawah ekspektasi.

“Perkembangannya kelihatannya animonya berkurang jauh, gitu. Jadi kemungkinan, prediksi saya, paling banyak 15 ribu penonton,” kata Tauhid.

Performa Persija dalam beberapa laga terakhir menjadi sorotan. Tim kesulitan mencetak gol meski menciptakan banyak peluang.

Dalam dua pertandingan terakhir, Persija hanya mencetak satu gol di tiap laga. Situasi itu terjadi saat menghadapi PSBS Biak dan PSIM Yogyakarta.

Padahal, dalam dua laga tersebut Persija mampu menciptakan lebih dari 20 peluang. Namun, penyelesaian akhir menjadi kendala utama.

Secara hasil, performa Persija juga belum konsisten. Dari enam pertandingan terakhir, mereka hanya meraih dua kemenangan.

Selain itu, tim asuhan Mauricio Souza mencatat tiga hasil imbang dan satu kekalahan. Catatan ini membuat posisi mereka di klasemen semakin sulit.

Dalam persaingan gelar, peluang Persija kini menipis. Mereka maksimal hanya bisa mengumpulkan 74 poin hingga akhir musim.

Untuk menjadi juara, Persija tidak hanya harus menang di semua laga sisa. Mereka juga bergantung pada hasil tim pesaing seperti Persib dan Borneo.

Dengan situasi ini, tekanan terhadap tim semakin besar. Reaksi suporter di SUGBK menjadi cerminan ekspektasi tinggi yang belum terpenuhi.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
4 hours ago
10 hours ago
13 hours ago
1 day ago
3 days ago

LAINNYA
x
x