Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. (Foto: Antara) TODAYNEWS.ID – Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi menguat 59 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.930 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.989 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menyebut penguatan rupiah masih ditopang oleh respons positif pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan.
“Pergerakan rupiah masih mendapat dukungan dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari investor asing dan turut meningkatkan minat terhadap aset domestik, sehingga membantu menjaga optimisme pelaku pasar terhadap pasar keuangan Indonesia,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Di sisi lain, rupiah masih menghadapi tekanan dari faktor eksternal, terutama penguatan dolar Amerika Serikat setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dirilis pada 11 Juni menunjukkan tekanan inflasi lebih tinggi dari perkiraan.
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam periode yang lebih panjang.
Selain perkembangan kebijakan moneter AS, menurut Amru, pelaku pasar juga terus memantau proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Harapan tercapainya kesepakatan antara kedua negara dinilai berpotensi meredakan ketegangan geopolitik sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi global. Situasi tersebut dapat membantu menekan harga minyak dunia.
“Bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak, kondisi ini dapat mengurangi tekanan terhadap kebutuhan devisa dan memberikan sentimen positif bagi rupiah. Namun, karena belum ada kesepakatan final, pelaku pasar masih cenderung bersikap hati-hati,” ujar dia.
Berdasarkan berbagai sentimen domestik dan global tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp17.980 per dolar AS pada perdagangan hari ini.