PSSI–Federasi Prancis Jalin Kerja Sama Perkuat Sepak Bola Putri Indonesia TODAYNEWS.ID — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama French Football Federation (FFF) memperkuat kerja sama pengembangan sepak bola putri dengan fokus pada pembinaan usia dini, peningkatan kualitas SDM, dan kesetaraan gender.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membangun ekosistem sepak bola putri yang berkelanjutan dan kompetitif di Indonesia.
Kerja sama tersebut diumumkan dalam kegiatan di Institut Francais Indonesia, Kedutaan Besar Prancis di Jakarta. Agenda berlangsung pada Rabu (15/04/2026).
Perwakilan FFF, Ludovic Debru, menilai tantangan pengembangan sepak bola wanita di Indonesia tidak berbeda dengan negara lain. Ia menekankan pentingnya memulai dari tahap awal.
“Yang paling sulit adalah memulai. Tapi ketika sudah berjalan, hasil akan mengikuti,” ujar Ludovic.
Pandangan serupa disampaikan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone. Ia menyebut pengembangan olahraga wanita sebagai isu global.
Menurutnya, akses dan kepercayaan diri atlet perempuan harus terus ditingkatkan. Selain itu, pengalaman internasional juga dinilai penting.
Dari pihak PSSI, anggota Exco Vivin Cahyani menjelaskan program ini terintegrasi dengan pembinaan grassroots. Program tersebut telah berjalan melalui berbagai kompetisi.
Beberapa di antaranya adalah MilkLife Soccer Challenge dan HydroPlus. Dari program ini, PSSI telah mengantongi sekitar 40 ribu database pemain putri.
Sebagai bagian dari kerja sama, PSSI akan mengirim delegasi Timnas Putri U-17 ke Prancis. Program ini menjadi langkah konkret pengembangan pemain muda.
Sebanyak 28 delegasi akan diberangkatkan. Mereka terdiri dari 20 pemain dan 8 ofisial hasil seleksi Timnas dan kompetisi grassroots.
“Mereka akan menjalani enam sesi latihan dan satu laga uji coba melawan tim akademi di sana,” jelas Vivin.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan kerja sama ini membuka peluang lebih luas. Tidak hanya untuk sepak bola putri, tetapi juga putra.
Ia menyebut potensi kolaborasi bisa berkembang ke level usia muda. Termasuk kelompok U-17 dan U-20.
Namun, Erick mengingatkan pentingnya proses pembinaan di dalam negeri. Pemain muda diminta membuktikan kualitas sebelum berkarier di luar negeri.
“Punya mimpi itu penting, tapi proses untuk mencapainya jauh lebih penting,” ujar Erick.
Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan pemain. Hal ini untuk mencegah eksploitasi maupun penipuan berkedok penyaluran ke klub luar negeri.
Melalui kerja sama jangka panjang ini, PSSI dan FFF menargetkan pembangunan sistem yang berkelanjutan. Ekosistem sepak bola putri diharapkan semakin kuat dan kompetitif.
Kolaborasi ini juga membuka peluang lebih luas bagi perempuan Indonesia. Mereka diharapkan mampu berkembang hingga level nasional dan internasional.