Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, terkait capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Foto: BPMI Setpres TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani untuk memaparkan data perkembangan secara terbuka kepada publik mengenai perkembangan investasi di Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan gambaran berbasis fakta yang utuh mengenai kondisi perekonomian nasional saat ini.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, bahwa Prabowo meminta Rosan untuk menyampaikan hal tersebut kepada publik pada siang ini di Istana.
“Presiden memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani agar data positif tersebut disampaikan kepada publik secara terbuka pada besok siang, Senin, 15 Juni 2026, di Istana Merdeka,” ujar Teddy mengutip dari keterangannya, Senin (15/6/2026).
Teddy menyampaikan, bahwa langkah ini sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat serta menjelaskan mengenai fakta kondisi investasi nasional dan prospek ekonomi Indonesia ke depan.
“Sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh dan berbasis fakta kepada masyarakat,” ujar Teddy.
Teddy menjelaskan bahwa pada Minggu 15 Juni di Istana Merdeka, Presiden Prabowo telah menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengenai hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) serta sejumlah negara di Eropa dan Asia.
Berdasarkan laporan tersebut, terdapat fakta dan data yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.
Kepercayaan tersebut tercermin dari tingginya minat investor global dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional.
“Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional,” jelas Teddy.