x

PBSI Beri Bonus Atlet Asian Games 2026, Bidik Prestasi Olimpiade

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 4 menit
Kamis, 8 Okt 2026 07:00 32

TODAYNEWS.ID — Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memberikan apresiasi kepada tim Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berhasil membawa pulang enam medali untuk Indonesia. Apresiasi tersebut diberikan dalam acara Syukuran Prestasi Bulutangkis Indonesia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Pelatnas Cipayung, Rabu (7/10/2026).

Dalam ajang tersebut, tim bulutangkis Indonesia meraih dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu. PBSI memberikan bonus kepada para atlet yang menyumbangkan medali tersebut.

Beregu putra yang meraih medali emas mendapat bonus Rp2 miliar. Bonus dengan nilai yang sama diberikan kepada Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang juga berhasil mempersembahkan emas.

Sementara itu, peraih medali perak Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mendapat bonus Rp500 juta. Nilai bonus yang sama diberikan kepada tim beregu putri yang menyumbangkan medali perunggu.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Alwi Farhan yang meraih medali perunggu masing-masing mendapat bonus Rp250 juta. Apresiasi juga diberikan kepada pelatih, Kabid Pembinaan dan Prestasi, manajer tim, serta seluruh ofisial dengan nilai bervariasi antara Rp10 juta hingga Rp50 juta.

Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran mengatakan apresiasi tersebut bukan hanya ditujukan kepada atlet. Menurutnya, ada banyak pihak yang berada di balik keberhasilan para pemain meraih medali di Asian Games Aichi-Nagoya.

“Hari ini kita berkumpul dengan satu perasaan yang sama, bersyukur dari Nagoya anak-anak kita membawa pulang dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu untuk Indonesia. Tetapi hari ini saya tidak ingin kita bicara tentang enam medali, saya ingin kita berbicara tentang orang-orang di balik medali itu,” ungkap Fadil.

Fadil menyebut pelatih teknik, pelatih fisik, ahli gizi, tim medis, psikolog, masseur, fisioterapis hingga video analis turut berperan dalam perjalanan para atlet. Dia juga mengapresiasi staf dan karyawan Pelatnas PBSI yang menyiapkan berbagai kebutuhan atlet setiap hari.

“Tanpa mereka, emas tidak mungkin datang. Mungkin wajah mereka tidak masuk televisi. Mungkin mereka tidak pernah naik ke podium tetapi medali yang anak-anak bawa pulang juga menyimpan keringat mereka,” lanjut Fadil.

Menurut Fadil, PBSI saat ini menjalankan transformasi untuk menjadikan bulutangkis sebagai sumber kebanggaan dan kegembiraan bagi masyarakat Indonesia. Transformasi tersebut mencakup pembinaan, pengelolaan organisasi, inovasi, serta kolaborasi dengan seluruh ekosistem bulutangkis.

Namun, Fadil mengingatkan keberhasilan di Asian Games 2026 belum menjadi tanda bahwa seluruh persoalan telah selesai. Dia menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama terkait konsistensi prestasi.

“Mulai terlihat bukan berarti selesai. Jangan karena hari ini kita diberikan kemenangan, kemudian kita merasa semua sudah baik. Justru kemenangan memberikan kita tanggung jawab yang lebih besar. Masih ada pekerjaan rumah mengenai konsistensi,” ucapnya.

Fadil menegaskan perjalanan bulutangkis Indonesia masih panjang setelah Asian Games Aichi-Nagoya 2026. PBSI kini mulai mengarahkan perhatian pada target yang lebih besar, yakni Olimpiade Los Angeles 2028.

“Karena perjalanan kita masih panjang, Asian Games bukan tujuan akhir. Di depan kita ada berbagai kejuaraan penting dan pada akhirnya ada satu tujuan besar yang sejak awal sudah kita siapkan. Olimpiade Los Angeles 2028,” kata Fadil.

Sejak Musyawarah Nasional PBSI 2024, target jangka panjang tersebut telah ditetapkan. PBSI membidik kuota penuh di seluruh sektor sekaligus medali emas pada Olimpiade Los Angeles 2028.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat menilai keberhasilan para atlet di Asian Games merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, perjuangan para atlet juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi membela Merah Putih.

“Kita rayakan hari ini bukan hanya medali, tetapi perjuangan di balik medali tersebut. Ada latihan yang panjang, pengorbanan, tekanan, kemenangan bahkan kekalahan yang harus dilalui,” ujar Taufik.

Taufik memastikan pemerintah akan terus mendorong penguatan pembinaan olahraga. Dukungan tersebut mencakup pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi, fasilitas hingga penerapan sport science.

Selain bonus uang, tim bulutangkis Indonesia yang tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 juga mendapat apresiasi dari perusahaan jam tangan Regan Harney. Perusahaan tersebut memberikan produk mereka kepada tim dalam acara syukuran prestasi di Pelatnas Cipayung.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
5 days ago
7 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor