x

Mojtaba Khamenei: Persatuan Rakyat Iran Telah Timbulkan Perpecahan di Pihak Musuh

waktu baca 3 menit
Sabtu, 25 Apr 2026 09:16 24 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, memuji semangat persatuan yang terus digelorakan oleh rakyat Iran hingga membuat nyali musuh (AS dan Israel) menciut.

Bahkan kata Mojtaba, persatuan luar biasa bangsa Iran tak hanya membangun kohesi nasional yang lebih kuat tetapi telah menimbulkan keretakan yang signifikan pada musuh.

“Karena persatuan luar biasa yang tercipta di antara sesama warga negara, telah terjadi keretakan di pihak musuh,” kata Mojtaba dalam sebuah pesan yang dipublikasikan di jaringan X, seperti dilaporkan media-media Iran, pada Jumat (24/4/2026).

Mojtaba juga menyoroti bagaimana solidaritas rakyat Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya telah mengganggu perhitungan musuh yang berupaya melemahkan Republik Islam.

Dia menekankan perlunya mengungkapkan rasa syukur atas berkah ilahi ini melalui tindakan nyata, seraya menegaskan bahwa upaya tersebut akan membuat kohesi nasional menjadi “lebih besar dan lebih kuat,” sementara membuat musuh “lebih sengsara dan lebih lemah.”

Pemimpin tertinggi Iran itu juga menarik perhatian pada peperangan psikologis musuh yang sedang berlangsung, dan memperingatkan, “Operasi media musuh, dengan menargetkan pikiran dan jiwa rakyat, bertujuan untuk melemahkan persatuan dan keamanan nasional; semoga kelalaian kita tidak membiarkan niat jahat ini terwujud,” katanya.

Ia juga mengingatkan pesan mendiang Ayatollah Khamenei atau pemimpin sebelumnya, yang mengingatkan bahwa pada saat masa kritis Republik Islam, rakyat Iran tetap teguh menghadapi berbagai agresi, termasuk sanksi, ancaman, dan kampanye propaganda yang diatur oleh Amerika Serikat, rezim Zionis, dan sekutu Barat mereka.

Persatuan ini, yang lahir dari keyakinan mendalam dan semangat revolusioner bangsa Iran, telah berulang kali terbukti sebagai perisai yang tak terkalahkan, mengubah setiap rencana jahat menjadi peluang untuk kemajuan yang lebih besar.

Sebelumnya pada hari Kamis, tiga kepala cabang eksekutif, legislatif, dan yudisial Iran mengeluarkan tanggapan bersama kepada Presiden AS Donald Trump, yang mengecam pernyataannya tentang “perpecahan antara ekstremis dan moderat” di Iran sebagai provokasi yang tidak beralasan.

Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, dan Ketua Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni Ejei menyampaikan pesan yang kuat kepada Trump dan mengungkapkan tema bersama tentang persatuan nasional dan perlawanan.

Dalam pernyataan mereka sebagaimana dilaporkan kantor berita Tasnim, mereka menolak klasifikasi yang dibuat oleh presiden AS terhadap para pejabat Iran sebagai ekstremis dan moderat, dengan menegaskan bahwa semua warga negara di Iran mengidentifikasi diri sebagai “orang Iran” dan “revolusioner.”

“Di Iran tidak ada ‘garis keras’ atau ‘moderat’. Kita semua adalah warga Iran dan revolusioner. Dengan persatuan bangsa dan negara yang kokoh serta ketaatan kepada Pemimpin, kita akan membuat agresor menyesal,” tulis Pezeshkian di X.

“Satu Tuhan, satu bangsa, satu pemimpin, satu jalan; kemenangan bagi Iran, lebih berharga daripada hidup,” tambahnya.

Qalibaf juga mengeluarkan pernyataan serupa dalam upaya terkoordinasi untuk menunjukkan persatuan di ketiga cabang kekuasaan Iran.

Ketua lembaga peradilan menggemakan pandangan tersebut, dengan menggunakan bahasa yang lebih tegas.

“Presiden AS yang tercela itu harus tahu bahwa istilah seperti ‘garis keras’ dan ‘moderat’ adalah konstruksi yang tidak berarti dalam wacana politik Barat. Di Iran, semua kelompok bersatu sepenuhnya dan selaras dengan Pemimpin,” tulis hakim tertinggi itu.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x