x

Menlu Sugiono Tegaskan Penahanan WNI di Misi Global Sumud Flotilla Bukan Penculikan

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Mei 2026 08:54 21 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan penahanan warga negara Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla bukan merupakan kasus penculikan atau penyanderaan. Pemerintah saat ini fokus mengupayakan pembebasan para WNI tersebut.

Sugiono mengatakan kapal yang membawa bantuan kemanusiaan itu diintersep oleh Israel karena adanya larangan masuk menuju wilayah tertentu. Menurutnya, situasi tersebut berbeda dengan tindakan penculikan.

“Ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan. Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ini diintersep karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apa pun masuk untuk wilayah tersebut,” katanya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia mengungkapkan berdasarkan perkembangan terbaru, terdapat sembilan WNI yang saat ini ditahan Israel. Pemerintah Indonesia disebut terus melakukan langkah diplomatik untuk menangani situasi tersebut.

Sugiono menegaskan pemerintah tengah mengupayakan pembebasan para WNI secepat mungkin. Selain itu, pemerintah juga memastikan mereka mendapatkan perlakuan yang baik selama proses berlangsung.

Menurut Sugiono, pemerintah ingin memastikan seluruh WNI yang ditahan dapat dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi sehat. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mempercepat proses tersebut.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Andi Muhyiddin menyebut kondisi sembilan WNI yang ditahan Israel berada dalam keadaan baik. Informasi itu diperolehnya dari pihak yang memiliki akses komunikasi langsung dengan orang di Israel.

“Saya mendapat kabar bahwa sembilan WNI yang diculik oleh militer Israel kondisinya sehat, baik baik saja,” ungkap Andi, Rabu.

Andi mengaku tidak dapat mengungkap identitas sumber yang memberinya informasi tersebut. Namun, ia memastikan para WNI disebut telah melewati pemeriksaan tahap awal oleh otoritas Israel.

Menurutnya, para WNI yang ditahan telah menjalani proses pengecekan keamanan. Mereka dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi teroris maupun aktivitas kriminal.

Setelah tahap pemeriksaan awal selesai, para WNI disebut akan menjalani pengecekan dokumen identitas. Proses tersebut diperkirakan berlangsung pada hari berikutnya.

Andi juga mengungkap lokasi keberadaan para WNI saat ini berada di Kota Ashdod, salah satu kota pelabuhan di Israel. Kota tersebut disebut berjarak sekitar 40 kilometer dari Gaza, Palestina.

Penahanan para relawan kemanusiaan itu menjadi perhatian internasional setelah kapal-kapal bantuan menuju Gaza dicegat di laut. Misi Global Sumud Flotilla sendiri diikuti aktivis dan relawan dari berbagai negara untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina.

Pemerintah Indonesia memastikan terus memantau perkembangan situasi para WNI yang ditahan. Upaya diplomatik dan koordinasi lintas negara disebut masih berlangsung hingga saat ini.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x