Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Ahmad Brilyana bersama Ketua APINDO Kota Bandung, Ahmad Kosim Asmari dan Dihadiri juga oleh Forum Komunikasi Serikat Pekerja Serikat Buruh Kota Bandung Hermawan, SH.
foto bersama saat gelaran job fair future connect 2026. (Istimewa) TODAYNEWS.ID – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bandung terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja. Salah satu bentuk dukungan tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan APINDO dalam kegiatan Job Fair Future Connect 2026.
Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) APINDO Kota Bandung, Ahmad Kosim Asmari, mengatakan kegiatan job fair merupakan sarana efektif dalam menekan angka pengangguran di Kota Bandung.
Ia mengatakan, di tengah kondisi perekonomian yang masih menghadapi berbagai tantangan dan lambatnya pertumbuhan ekonomi saat ini, dirinya khawatir jumlah angka pengangguran semakin meningkat.
”Program pemerintah ini sangat membantu, dan kami bersyukur melalui kegiatan ini ada penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Ia mengutarakan, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam APINDO selalu berupaya mencari tenaga kerja sesuai kebutuhan masing-masing. Meskipun tidak setiap perusahaan memiliki kebutuhan rekrutmen saat pelaksanaan job fair, kegiatan tersebut tetap dimanfaatkan sebagai sarana membangun basis data calon tenaga kerja yang dapat dihubungi sewaktu-waktu.
”Kami mencari tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jika ada lowongan, kami akan mencarinya. Momen seperti job fair sangat dimanfaatkan. Meskipun kami tidak memiliki kebutuhan saat itu, bisa jadi di masa depan kami akan memanggil para pencari kerja tersebut,” ucapnya.
Ahmad mengatakan, beberapa perusahaan yang tergabung dalam APINDO juga turut serta dalam kegiatan job fair kali ini, seperti Agung Podomoro Land, Mall Festival Citylink, PT Meprofarm Pharmaceutical Industri (Mepro) dan beberapa perusahaan lainnya.
Untuk memeriahkan acara, APINDO juga berpartisipasi memberikan beberapa doorprize salah satunya handphone yang diberikan kepada peserta.
Tantangan Dunia Usaha
Lebih lanjut Ahmad Kosim menjelaskan, kalangan dunia usaha di Kota Bandung kini lebih memprioritaskan upaya mempertahankan tenaga kerja yang sudah ada dibandingkan melakukan pengurangan karyawan.
Karena itu kata dia, menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan tenaga kerja menjadi fokus utama perusahaan, termasuk juga mencari peluang agar perusahaan tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi saat ini.
”Saat ini kita semua bertahan. Jadi bertahan tanpa mengurangi tenaga kerja dan mempertahankan yang ada. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kolaborasi dengan Disnaker Kota Bandung, di mana para pelaku usaha tidak perlu mencari tenaga kerja secara manual karena pemerintah telah menyediakan wadah,” ujar Ahmad Kosim Asmari.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha melalui berbagai program ketenagakerjaan, termasuk penyelenggaraan bursa kerja atau job fair, memberikan manfaat besar bagi perusahaan maupun para pencari kerja. Program tersebut dinilai mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja secara lebih efektif.
Ahmad menjelaskan, salah satu contoh keberhasilan program tersebut terlihat pada pelaksanaan bursa kerja kali ini.
Ahmad mengatakan, situasi dan kondisi ekonomi yang belum stabil seperti saat ini, membuat banyak perusahaan mengalami drop order. Ia berharap unsur pemerintahan di Kota Bandung bersama-sama bisa mencari solusi agar perusahaan tetap berjalan.
“Kami ingin mengajak kepada Pemerintah, DPRD melakukan kunjungan kepada perusahaan yang mengalami kesulitan operasional (drop order), supaya tahu kondisi perusahaan sekaligus mencari jalan keluarnya. Misalnya kalau ada beberapa perusahaan yang terancam tutup, pemerintah bisa memberikan keringanan pajak, atau ikut mencarikan order demi kelangsungan usahanya,”katanya.
“Jika iklim usahanya bagus, maka akan banyak pengusaha yang berinvestasi di Kota Bandung. Dan ini tentu saja bisa menambah pendapatan daerah,”tandasnya. ***