x

Kurangi Kemacetan dan Risiko Kecelakaan, DKI Bangun Dua Jalan Layang Baru Hingga 2030

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Apr 2026 21:34 24 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merencanakan pembangunan dua jalan layang (flyover Jakarta), yakni di Jalan Latumenten, Jakarta Barat dan kawasan Bintaro Puspita hingga tahun 2030. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan sekaligus memperlancar arus lalu lintas di perlintasan kereta api.

Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, menjelaskan bahwa dua lokasi tersebut dipilih dari total tujuh titik yang sebelumnya telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Ternyata berdasarkan pemotongan anggaran, sampai tahun 2030 terpaksa hanya ada dua yang dipilih oleh Pemprov Daerah Jakarta untuk dibangun,” kata dia di ANTARA Heritage Center (AHC), Jakarta Pusat, Rabu.

Sementara itu, lima lokasi lainnya berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meliputi kawasan Tanjung Priok, Semanan, Lenteng Agung-Srengseng Sawah, Pejompongan, dan Panjang.

“Bukan berarti kemudian Tanjung Priok, Semanan, atau Lenteng Agung tidak penting,” kata Nirwono.

Lebih lanjut, pembangunan flyover Jakarta ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menata perlintasan kereta api, terutama untuk menghilangkan perlintasan sebidang atau liar yang dinilai rawan kecelakaan.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan memasukkan rencana pemindahan perlintasan sebidang ke dalam berbagai dokumen perencanaan, seperti rencana tata ruang wilayah (RTRW), RPJMD, hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Komitmen itu harus dibuat oleh kepala daerah. Bagaimana mendorong setiap daerah, terutama yang memiliki perlintasan rawan kecelakaan, memasukkan menjadi program prioritas daerahnya tadi di dalam RTRW-nya,” kata Nirwono.

Adapun flyover Latumenten akan dibangun melintasi rel kereta api dengan konstruksi di sisi timur dan barat jalan. Panjang sisi barat mencapai 440,86 meter dengan lebar (Right of Way/ROW) 11 meter, sedangkan sisi timur memiliki panjang 439,23 meter dengan ROW 10 meter.

Sementara itu, flyover Bintaro Puspita dirancang sepanjang 441 meter dengan ROW 9 meter. Proyek ini difokuskan untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di perlintasan kereta api kawasan Bintaro.

Kedua proyek flyover Jakarta tersebut akan dikerjakan menggunakan skema anggaran tahun jamak (multiyears) guna memastikan pembangunan berjalan optimal.

Di sisi lain, PT KAI Daop 1 Jakarta kembali menegaskan bahwa keberadaan perlintasan liar kereta api memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 40 titik perlintasan sebidang liar telah ditutup sejak tahun 2023 hingga awal 2025 karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat maupun operasional kereta api.

Dari total tersebut, sebanyak 15 titik ditutup pada tahun 2023, kemudian meningkat menjadi 24 titik pada tahun 2024, dan satu titik tambahan ditutup pada tahun 2025.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
9 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x